Pilu Pemilu, KPPS Bogor Kembali Gugur

by -
BERDUKA: Jenazah petugas KPPS Kelurahan Tengah, Kecamatan Cibinong, Arman, saat akan dimakamkam di Kampung Cipayung, Kelurahan Tengah, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, kemarin.

METROPOLITAN – Pilu pemilu belum juga usai. Para petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) terus berguguran. Kemarin, satu pahlawan demokrasi di Kabupaten Bogor, Arman, kembali tutup usia. Kondisi ini menambah duka di tengah proses pesta demokrasi yang sedang berjalan.

Arman merupakan anggota KPPS 04, Kelurahan Tengah, Kecamatan Cibinong. Gugurnya Arman diduga akibat kelelahan setelah sempat dirawat di RS PMI Kota Bogor selama lima hari. Jenazah Arman disemayamkan di rumahnya di Gang Nurul Yaqin, Kampung Cipayung, Kelurahan Tengah, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, kemarin. Arman meninggalkan enam anak dan 16 cucu.

Anak kelima Arman, Idris, menceritakan setelah penghitungan suara, orang tuanya mengaku sakit diduga akibat kelelahan. Karena kondisi yang semakin lemah, Arman lantas dibawa ke rumah sakit. “Awalnya langsung dibawa ke RS Tri Mitra. Karena kamar penuh, bapak saya dibawa ke RS PMI Kota Bogor,” kata Idris.

Baca Juga  KPK Bidik Caleg Bogor

Namun setelah sempat dirawat selama sekitar tiga hari, kondisinya tak kunjung membaik dan dinyatakan meninggal dunia oleh pihak rumah sakit sekitar pukul 11:30 WIB. Padahal, Idris mengaku ayahandanya tidak memiliki riwayat penyakit sebelumnya. “Mungkin akibat kelelahan saja saat jadi anggota KPPS,” ujarnya.

Selain petugas KPPS, Arman juga tercatat sudah mengabdikan diri sebagai ketua RT selama 20 tahun dan selalu aktif menjadi petugas saat perayaan pesta demokrasi. Sementara itu, Camat Cibinong Bambang W Tawekal menyampaikan duka mendalam atas gugurnya Arman. Menurutnya, almarhum merupakan sosok luar bisa saat melaksanakan tugasnya sebagai anggota KPPS di Kelurahan Tengah. “Setelah selesai melaksanakan tugasnya, beliau masuk rumah sakit. Almarhum meninggal dunia karena sakit saat melaksanakan tugasnya,” terang Bambang.

Baca Juga  Bahu Jalan Bukit Jadi TPS Ilegal

Terpisah, Komisioner KPU Kabupaten Bogor Herry Setiawan mengatakan, sejauh ini sudah ada tujuh penyelenggara pemilu di Kabupaten Bogor yang gugur. Empat orang dari KPPS, satu orang PPS, satu orang pengawas TPS dan satu linmas KPPS. Jumlah tersebut belum termasuk penyelenggara pemilu yang harus menjalani perawatan akibat kelelahan.

“Mereka kelelahan karena diforsir energinya sejak awal saat persiapan logistik pemilu. Stamina turun drastis selama proses pungut-hitung suara di TPS yang berlangsung hingga dini hari dan saat pleno di kecamatan,” ungkap Herry. Herry mengaku KPU Kabupaten Bogor akan memperjuangkan santunan para pejuang demokrasi yang gugur agar mendapat satunan dari KPU RI. (mul/c/ fin/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published.