Sempat Bertengkar Hingga Sampaikan Maaf Terakhir

by -

METROPOLITAN – Di balik kepergian Ita Sachari (27) akibat kecelakaan tunggal di Jalan Margonda, Depok, menyisakan duka mendalam bagi keluarga. Khususnya bagi sang suami, Santana. Bapak tiga anak itu masih tak percaya bahwa sang istri harus pergi dengan keadaan tragis. Terlebih mereka sempat berselisih paham sebelum kejadian maut itu menimpa istri tercintanya.

Ditemui di kediamannya di Kampung Pabuaran, RT 02/06, Kelurahan Pabuaran, Kecamatan Bojonggede, Santana terlihat masih berduka. Beberapa kerabat juga masih banyak yang berdatangan. Ia mendapat suport dari rekan-rekannya.

Sambil merenung, Santana menceritakan tentang istrinya. Ia mengaku jarang bertemu istrinya karena sama-sama bekerja dengan jam kerja yang berbeda. Ita bekerja malam hingga pagi, sedangkan Santana sebaliknya.

Santana juga mengaku terakhir bertemu Ita yaitu pada Minggu pagi. Mereka sempat berselisih beberapa hari sebelumnya karena Ita membawa kunci kontrakan saat suaminya pulang bekerja. Karena itu, Santana pun sempat mengabaikan pesan Ita via WhatsApp pada Minggu (7/4) malam, yang ternyata berisi permintaan maaf Ita kepada sang suami. “Gua banyak dosa sama dia. Dia terakhir WA minta maaf nggak sempat gua buka, nggak sempat bales. Dia sebelumnya gua marahin karena bawa kunci kontrakan,” sesalnya sembari terisak. Ita juga sempat mengirim foto kepadanya karena jarang bertemu. Ita juga mengajukan permintaan ingin bertemu Santana serta ingin pulang kampung karena rindu orang tuanya. “Dia jarang ketemu sama gua karena dia kerjanya malam. Dia kirim foto, katanya biar gua tidur nyenyak karena jarang ketemu. Gua ngerasa salah, terakhir pengin ketemu gua katanya. Dia pengin pulang kampung, dia mau ketemu mamanya. Coba gua jemput dia, nggak bakal kayak gini,” ungkapnya.

Baca Juga  Kepala Ita Putus Di Tengah Jalan

Santana pun berulang-ulang mengungkapkan perasaan bersalahnya karena tidak membuka chat terakhir sang istri. Ia juga tidak sempat mengangkat telepon sang istri pada Minggu (7/4) malamnya. “Gua nggak nyangka begini. Coba jam 12 dia nelepon gua angkat. Minta dijemput kali ya,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, rumah nomor 54 berwarna hijau muda di Kampung Pabuaran, RT 02/06, Kelurahan Pabuaran, Kecamatan Bojonggede, siang itu dipadati pelayat. Isak tangis pun begitu jelas terdengar saat hendak mendekati rumah Ita Sachari yang tewas dengan kepala terputus akibat kecelakaan tunggal di Jalan Margonda, Depok.

Sejumlah orang berkerumun di rumah Ita Sachari, menunggu jenazah yang saat itu tengah dijemput dari Rumah Sakit Polri Kramat Jati. Sosok Ita yang baik kepada keluarga masih teringat jelas di benak Jamilah (55), ibu korban. “Ita mengendarai sepeda motor Honda Vario saat pulang kerja pada jam lima pagi. Ita meninggalkan tiga orang anak,’’ ujarnya saat ditemui Metropolitan.

Baca Juga  Awal Desember Jalan Margonda Terapkan Ganjil-Genap

Jamilah mengaku sempat pingsan saat anak pertamanya memberi kabar bahwa Ita Sachari mengalami kecelakaan di Margonda, Depok, hingga kepalanya terputus. ”Saya pikir hanya kecelakaan biasa. Ternyata begitu dengar kabar, anak saya yang kedua itu putus kepalanya,’’ tutupnya. (tdk/mul/c/rez/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *