Dakwah Ramadan Terapi Patologi Sosial

by -77 views

Sesungguhnya Islam adalah agama Samawi, ia berfungsi sebagai Rahmat dan Ni’mat bagi manusia seluruh­nya.

Maka Allah SWT me­wahyukan agama ini dalam nilai kesempur­naan yang tertinggi, kesempur­naan yang  meliputi segi – segi fundamental dunia dan ukhrawi, guna menghantarkan manusia kepada kebahagiaan lahir batin dunia dan akhirat. Sebab itu Dienul Islam bersifat universal dan eternal lagi pula sesuai fitrah manusia dan cocok dengan tuntuntan dhamir (hati nurani) manusia seluruhnya sebagai makhluk ciptaan Allah SWT yang mulia dalam menghada­pi dan menerima agama Allah SWT yang haq.­

Maka konsekwensinya Islam menjadi agama dakwah, yakni agama yang harus disampaikan kepada seluruh manusia, yang telah ditegaskan pula dengan nash yang jelas pula dalam sumber ajarannya yaitu Al- Qur’an dan As-sunnah. Ajaran – ajaran Islam perlu diterapkan dalam segala bidang hidup dan kehidupan manusia, dijadikan juru selamat yang hakiki di du­nia dan akhirat, menjadikan Islam sebagai nikmat dan ke­banggaan manusia. Seperti yang di contohkan dalam penyeba­ran Islam pertama, zaman Ra­sulullah SAW di abad VII, ke­mudian di jaman pengganti – pengganti beliau dari Khula­faurrasyidin, menyusul zaman keemasan Islam. Sejarah mem­buktikan bahwa kedatangan Islam di zaman itu betul – betul menjadi juru selamat dan ke­banggaan tiada taranya, ma­nusia menikmati Islam sebagai karunia dan rahmat Illahi.

Baca Juga  Dakwah Ramadan Terapi Patologi Sosial

Namun demikian, kita yang hidup dalam abad ini tidak boleh terpesona saja dan dinina bobokan oleh jaman keemasan yang lampau. Kita sendiri harus bangkit dan me­mikul tugas, yaitu tugas dan tanggung jawab dakwah Isla­miyyah dan ini diawali dengan pemahaman dengan sebaik – baiknya, kemudian penge­nalan terhadap problematika Islam guna memberikan ke­mampuan dakwah Islamiyyah untuk menjawab tantangan dunia modern kini.

Untuk suksesnya risalah suci dalam kondisi dunia modern tentu harus ditopang oleh ilmu pengetahuan seperti telah di­letakan dasar – dasarnya oleh firman – firman Allah SWT dan sabda – sabda Rasulullah SAW, karena itu dasar – dasar keisla­man bukanlah merupakan ajaran dogmatic yang mati, tetapi dapat didukung dan dia­nalisa dengan ilmu. Sebagai agama dakwah, Islam merupa­kan tata nilai yang bergerak diantara keharusan ajaran dan alur kebudayaan. Karena itu, dakwah dilakukan dengan se­natiasa mempertimbangkan aspek-aspek kebudayaan, selain aspek ajaran yang menjadi sub­stansi infomasi dalam proses tersebut. Dakwah Islam sen­diri, pada hakekatnya, meru­pakan aktualisasi imani yang dimanifestasikan dalam suatu sistem kegiatan manusia untuk melakukan proses rekayasa sosial melalui usaha mem­pengaruhi cara merasa, berfikir, bersikap dan berprilaku se­suai dengan tuntutan sosial dan norma ajaran.

Baca Juga  Dakwah Ramadan Terapi Patologi Sosial

Disamping berpungsi sebagai saluran kulturalisasi ajaran dalam dataran kehidupan ma­syarakat, secara makro eksis­tensi dakwah juga senantiasa bersentuhan dan bergumul dengan gerak masyarakat yang mengitarinya. Sehingga pada tahap tertentu, pergumulan Islam-kebudayaan itu dapat saja melahirkan tuntunan baru berkenaan dengan proses yang dinamis, atau sesuatu kekuatan yang hidup dalam mobilisasi sosial tertentu, dan yang pada gilirannya merupakan daya pendorong terbentuknya sistem sosial dimana dakwah itu dilaks­anakan.

Ada dua hal penting yang merupakan hubungan inter­depedensi antara dakwah dan masyarakat. Pertama, realitas sosial merupakan alat ukur keberhasilan dakwah disatu pihak, yang sekaligus menjadi cermin sosial dalam merumus­kan agenda dakwah pada tahap berikutnya. Dan kedua, aktivi­tas dakwah itu sendiri yang pada hakekatnya merupakan pilihan strategis dalam mem­bentuk arah perubahan suatu masyarakat. Itulah sebabnya eksisistensi dakwah tidak bisa dilepaskan dari dinamika ke­hidupan masyarakat. (*)

Baca Juga  Dakwah Ramadan Terapi Patologi Sosial

1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *