Lagi, KPPS Bogor Kembali Gugur

by -
ILUSTRASI: Suasana pemakaman KPPS di Kota Bogor yang gugur. Di Kabupaten Bogor, satu KPPS kembali gugur.

METROPOLITAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bogor kembali dirundung duka. Kemarin (8/5), satu lagi anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) mengembuskan napas terakhirnya setelah sempat dirawat selama beberapa hari. Gugurnya anggota KPPS ini menambah daftar panjang penyelenggara pemilu yang gugur di Kabupaten Bogor.

Komisioner KPU Kabupaten Bogor Herry Setiawan mengatakan, petugas KPPS yang baru saja meninggal adalah Amril Rahman. Amril tercatat sebagai anggota KPPS di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 74 Cilebut, Sukaraja. “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Telah meninggal dunia saudara Amril Rahman anggota KPPS TPS 74, warga Pesona Cilebut II, RT 06, sekitar pukul 21:00 WIB, 8 Mei 2019,” kata Herry. Ia mengatakan, sebelum meninggal, korban sempat dirawat di rumah sakit selama beberapa hari.

Baca Juga  Pilkada Harus Hasilkan Pemimpin yang Mau Kerja

Gugurnya Amril menambah daftar panjang penyelenggara pemilu di Kabupaten Bogor yang tutup usia. Sebelumnya, KPU Kabupaten Bogor mencatat sudah ada 15 penyelenggara yang gugur selama pemilu 2019. “Total di Kabupaten Bogor jadi 16 orang yang meninggal,” terangnya. Sebelumnya, di Kota Bogor sendiri tercatat sudah tiga penyelenggara yang meninggal selama pemilu 2019. Artinya jika ditotal ada 19 penyelenggara pemilu di Bogor yang telah gugur. Menurut Herri, para pejuang demokrasi yang gugur itu akan mendapat santunan. Gubernur Jawa Barat (Jabar) mengalokasikan Rp50 juta untuk setiap petugas yang meninggal dan KPU RI mengalokasikan Rp36 juta.

Total mereka yang gugur akan mendapat santunan sebesar Rp86 juta. Meski demikian, baru satu pejuang demokrasi yang gugur yang telah menerima santunan. Ia adalah petugas KPPS Cijeruk. Sementara yang lainnya belum cair lantaran masih dalam proses pengurusan. “Dari pemda beda lagi, kita tidak tahu nominalnya karena penyalurannya nggak melalui KPU. Yang baru disalurkan, KPPS Cijeruk. Yang lainnya relatif belum ada. Berkas kami sudah serahkan ke provinsi dan provinsi akan memprosesnya. Tapi sempat ada beberapa data yang kurang dan dikembalikan untuk diperbaiki,” terangnya.

Baca Juga  KPU Sambangi 16 Kantor Parpol

Di luar itu, Herry mengaku masih banyak penyelenggara pemilu yang masih dirawat. Jumlahnya diprediksi mencapai puluhan karena masih dalam pendataan KPU. Untuk mereka yang dirawat, dirinya mengaku biaya perawatan akan ditanggung pemerintah Kabupaten Bogor sesuai hasil koordinasi. “Di rawat masih banyak, ada puluhan orang, kami sedang data. Yang dirawat ditanggung Pemkab Bogor hasil koordinasi. Jadi perawatannya di rumah sakit daerah dan digratiskan,” ungkap Herry. (fin/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published.