Marhaban Ya Ramadan…

by -
DR. H. ADE SARMILI, M. SI

METROPOLITAN – Ramadhan  adalah bulan disyari’atkan saum, yang merupakan salah satu dari rukun Islam, sebagai mana firman Allah SWT: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa, sebagaimana diwajibkan atas orang bertaqwa“ (Al-Baqarah: 183) orang sebelum kamu, agar kamu saum telah dilaksanakan sejak lama sebelum Rasulullah Muhammad SAW menerima wahyu saum. Dalam sejarah agama-agama besar, saum sudah tidak asing lagi.

Universalitas saum bisa di¬mengerti karena hakekat dari saum itu sendiri bukannya ”mengerjakan”(Al-Amal) malainkan ”menahan diri”(Al-Imsak), yakni menahan diri dari makan dan minum, tidak melakukan aktivitas seksualitas di siang hari serta menghindari sikap hewani yang merusak, yang dihalalkan saja menjadi tidak boleh apalagi yang diharamkan Allah SWT. Dianjurkan pula ibadah pada malam harinya untuk beribadah (qiyamullail). Karena sesungguhnya bulan Ramadan adalah bulan yang mulia, sumber segala rahmat dan kebaikan.

Allah SWT memberi keberkahan dan maghfirah. Para malaikat turun untuk ikut memanjatkan do’a dan pujian agar manusia memperoleh ampunan. Semua pintu kebaikan dibuka lebarlebar serta semua setan ”dibelenggu” Rasulullah Muhammad SAW mengkhususkan bulan ini sebagai bulan untuk beribadah melampaui bulan-bulan lainnya. Demikian juga para sahabat, mereka saling bergegas dalam amal-amal kebaikan sematamata mengharap ridho Allah SWT.

Sebagaimana Allah telah memuliakan sebagian manusia lebih dari yang lainnya, sebagian tempat dari tempat lainnya, Allah ta’ala juga telah memuliakan dan memberkahi bulan Ramadan dibandingkan bulanbulan lainnya. Bulan ini merupakan even akhirat di mana pada bulan ini hamba-hambaNya yang saleh akan saling berlomba-lomba untuk meraih akhirat, mendapatkan kemenangan dan mencari cara untuk mendekatkan diri kepada Allah sedekat-dekatnya. Mereka berpuasa di siang hari, shalat tarawih di malam hari, dan memperbanyak membaca al-Qur’an. Mereka melakukan berbagai macam ketaatan dan menjauhi maksiat karena mengharapkan pahala yang besar dan berbagai keutamaan di bulan ini.

Ketika Allah mewajibkan kepada hamba-Nya untuk berpuasa Ramadan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga memberikan motivasi kepada umatnya setelah puasa Ramadan untuk mengerjakan puasa 6 hari di bulan Syawal agar mendapatkan pahala yang sangat besar yaitu seperti puasa sepanjang masa. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda dalam sebuah hadits yang sahih: “Barang siapa yang berpuasa Ramadan kemudian mengikutinya dengan berpusa enam hari di bulan Syawal maka dia seperti berpuasa sepanjang masa.

” (HR. Muslim) Keutamaan yang lain dari bulan ini, Allah telah memberikan kemudahan bagi hambanya untuk memperoleh jalan-jalan yang dapat mengangkat derajat seseorang dan meleburkan dosa-dosanya. Bulan Ramadan adalah bulan diturunkannya Al Qur’an, dibukakannya pintu surga, ditutupnya pintu neraka, dibelenggunya setan sebagaimana yang Allah terangkan dalam hadits qudsi:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *