Melayani ODGJ Setulus Hati

by -

METROPOLITAN – Manusia memang tidak bisa hidup sendiri, saling bantu antarsesama telah menjadi fitrah seorang hamba Allah. Mengetahui hal itu, Nani Rohaeni pun mendirikan panti jompo dan menampung Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Desa Megamendung, Kecamatan Megamendung. Berikut petikan wawancara wartawan Harian Metropolitan dengan wanita 48 tahun ini:

Sejak kapan Anda mendirikan panti?

Sejak 2013. Semua berawal dari rasa kepedulian kami kepada sesama manusia. Karena yang mengalami gangguan kejiwaan itu harus dimanusiakan. Sebab, yang saya temukan ODGJ selalu jadi bahan ejeken orang bahkan di pandang sebelah mata. Tak s e – dikit dianggap sebagai momok yang menakutkan. Dari itu semua, saya bertekad ingin merawat ODGJ.

Bagaiman perasaan Anda tinggal satu atap dengan ODJG?

Mereka saya anggap sudah seperti keluarga sendiri. Sekarang jumlah pasien di sini ada 25 orang. Beberapa sudah pulang ke rumah masing-masing

Berapa usia pasien ODGJ di panti Anda?

Pasien yang dirawat di sini bervariasi, mulai dari 22 hingga 65 tahun. Alhamdulillah, saya juga mendapat dukungan dari suami untuk mendirikan panti ini.

Metode apa yang Anda berikan ketika melayani pasien?

Yang pertama saya terapkan metode medis. Kedua kita berikan pelayanan dengan hati. Semua ini saya dapat ketika bekerja di salah satu panti swasta. Karena banyak sistem yang bertentangan degan hati nurani, jadi akhirnya saya keluar dan membuat panti sendiri.

Apa suka duka Anda saat merawat pasien?

Untuk suka dan dukanya, tergantung cara kita menyikapinya. Karena saya niatkan semua ini setulus hati untuk merawat pasien. Apalagi, adanya pasien yang berdatangan menjadi tantangan buat saya, kasusnya apa, penanganannya seperti apa. Jadi kita harus tahu semua itu. Apakah ada cara khusus untuk merawat pasien di panti? Kami arahkan mereka mandiri agar tak tergantung orang lain. Sedangkan untuk kesehariannya kami arahkan menanam sayuran dan perikanan di sekitar lingkungan panti. Alhamdulillah, kemarin ada donasi yang menyewakan bus. Akhirnya kami jalan-jalan dengan membawa semua pasien ke tempat wisata. Saat mendirikan panti hingga saat ini,

apakah ada dukungan dari Pemerintah Kabupaten Bogor?

Selama lima tahun saya mendirikan panti tidak ada bantuan. Permasalahannya panti saya belum berbadan hukum. Cuma saat itu ada dorongan dari Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor saat berkunjung ke panti. Sekarang sudah berbadan hukum. Alhamdulillah, sejak 2018 sudah ada respons dari Dinas Sosial Kabupaten Bogor.

Apa harapan Anda ke depannya?

Harapan saya ke depan ada perhatian dari pemerintah mengenai infrastruktur untuk perluasan panti, karena selama ini ODGJ diambil dijalan dan dibawa ke RS Marzoeki Mahdi. Namun setelah itu mereka entah dibawa ke mana, seharusnya itu masuk ke panti sebelum dikembalikan ke keluarga. (mul/d/yok/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *