MUI: Apa Benar Itu Rambut Nabi

by -

METROPOLITAN – Waketum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Yunahar Ilyas mempertanyakan asal usul satu helai rambut Nabi itu. ”Pertanyaan pertama, apa benar itu rambut Nabi? Kalau benar kok bisa dibawa ke Indonesia?” kata Waketum MUI Yunahar Ilyas saat dimintai tanggapan, Kamis (9/5). Menurut Yunahar, peninggalan Nabi Muhammad SAW tak bisa dibawa ke luar museum.

Selain itu, Yunahar mempertanyakan alasan satu helai rambut Nabi itu dibawa ke Indonesia. ”Peninggalan Nabi yang ada di Museum Turki tentu tidak bisa dibawa keluar. Kalaupun iya, apa gunanya dibawa ke Indonesia?” ujarnya. Sementara itu, saat membawa rambut Nabi Muhammad SAW, Opick tak dapat menyembunyikan rasa bahagianya bisa dipercaya dan diberi kesempatan seperti berdekatan dengan Nabi Muhammad SAW. ”Masya Allah, bagaimana tidak bahagia ketika berdekatan dengan Rasulullah. Betapa bahagianya. Ini bagian tubuh Rasulullah,” paparnya.

Opick juga tak menyangka bisa meraih kesempatan tersebut. Padahal, masih banyak orang yang lebih layak. ”Itu dia, aneh juga ya kenapa saya ya? Karena banyak teman-teman murid yang sudah berpuluh-puluh tahun. Para habaib, para ustadz dan kiai minta, tapi di Opick langsung dikasih. Itu saya jadi aneh juga,” katanya.

Keheranan itu pun sudah disampaikan Opick pada Syeikh yang memberinya rambut Nabi Muhammad SAW. Namun, sang Syeikh hanya tersenyum seraya melontarkan jawaban penuh makna. ”Bahkan Syeikh-nya juga senyum saja saya tanya ’Kenapa saya?’ Dia bilang, ’It’s a sign from Allah tanda dari Allah, nanti kamu paham’,” sambungnya.

Opick bertanggung jawab penuh dalam mengemban amanah tersebut. Jika ia lalai, hak untuk menyimpan rambut Nabi Muhammad SAW akan dicabut dan diberikan ke orang lain. ”Kalau saya nggak amanah, nanti diambil. Kalau saya melanggar, diambil. Jadi nggak boleh melanggar,” pungkasnya. (dtk/mam/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *