Perbanyak Ibadah, Utamakan Kumpul Keluarga

by -
HANGAT: Hidayatul Mustafid saat berbuka puasa bersama anak dan istrinya.

Bulan Suci Ramadan jadi momen yang ditunggu-tunggu Plt Manager Sales dan Marketing Quary Gunung Bitung PT PPE, Hidayatul Mustafid. Di bulan penuh berkah ini, suami Kania Saraswati itu selalu menyempatkan waktu berkumpul bareng keluarga. Baginya, rutinitas tersebut jadi hal yang sangat penting saat menjalankan ibadah puasa di Bulan Ramadan.

METROPOLITAN – Sehari -hari, Hidayatul menyempatkan waktu bermain dan berbincang dengan anaknya, Davien Azio Rafif. Rutinitas itu ia selingkan juga dengan membaca Alquran bersama putranya sambil menunggu azan Magrib berkumandang. Rumah berlantai dua dibalut cat putih dengan dilengkapi pernak-pernik itu menambah keharmonisan keluarga kecil Hidayatul Mustafid.

Baginya, Ramadan merupakan momentum mengevaluasi diri dan bermuhasabah. “Sesibuk apa pun saya menyempatkan waktu berbuka puasa dengan istri dan anak, di sela-sela kesibukan. Keluarga adalah hal yang penting,” kata Hidayatul saat ditemui di kediamannya, di Kelurahan Kedungbadak, Kecamatan Tanahsareal, Kota Bogor, kemarin.

Selama Ramadan, Hidayatul mengaku membaca Alquran dan melaksanakan Tarawih berjamaah sudah menjadi bagian rutinitas setiap tahunnya. “Biasanya saya tadarusan itu jelang berbuka puasa. Alhamdulillah hingga kini saya masih menjalani rutinitas itu,” ucap mantan aktivis yang pernah jadi pengurus PMII Cabang Kota Bogor itu. Hidayatul pun memberi tips menjaga kebugaran selama bulan puasa kepada anak dan istrinya. Baginya, puasa harus diimbangi jasmani dan rohani. Jasmaninya olahraga dan olah rasa, dengan cara membaca. Sedangkan rohani dengan mengaji dan mengikuti kajiankajian keislaman. “Nah, agar tetap bugar harus diimbangi antara jasmani serta rohani. Insya Allah kita berpuasa kuat dan bugar,” imbuhnya.

Tak lama azan Magrib pun berkumandang. Berbagai sajian bukaan pun sudah disiapkan sang istri tercinta. Keluarga itu pun membatalkan puasanya dengan mengawali santapan kurma dan air putih. “Setelah itu, lalu tak lupa menu khas orang Bogor, mi glosor serta gorengannya. Namun untuk menu sahur, ayam goreng dan sayur sop serta kerupuk,’’ ujarnya. (mul/c/rez/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *