Pesta Narkoba, 32 ABG Diciduk Polisi di Puncak

by -

METROPOLITAN – Sehari jelang Ramadan, puluhan ABG berhasil dijaring petugas gabungan dari unsur polisi, TNI dan Satpol PP Kecamatan Cisarua. Tak tanggung-tanggung, ada 32 remaja yang ketahuan menggelar party lewat acara Family Gathering Goes to Puncak pada 4-5 Mei 2019. Di antaranya 27 laki-laki dan lima perempuan. Kapolsek Cisarua Kompol Nur Ichsani mengatakan, dari penggerebekan tersebu pihaknya mendapati barang bukti berupa tembakau gorila, sabu, obat golongan G tramadol, tiga unit mobil dan empat sepeda motor. “Kami menemukan (tembakau, red) gorila seberat 2,89 gram dan paket kecil sabu seberat 0,36 gram dari ruang tamu,” tuturnya.

Nur Ichsani mengatakan, saat penggerebekan, tidak semua remaja tersebut berada dalam vila. Sebagian di antaranya berada di luar, salah satunya diduga Ade Jiung yang berhasil melarikan diri. Di mapolsek, 32 remaja dites urine. Dari 32 orang yang menjalani tes, 13 orang dinyatakan positif mengonsumsi narkoba, yakni sembilan lakilaki dan empat perempuan. Sisanya dinyatakan negatif. “Yang positif setelah dites urine, mengaku menggunakan sabu ganja tiga hari lalu, bukan di Vila Julio. Mereka datang ke vila tersebut untuk berkumpul dan mengadakan acara cucurak,” kata Nur Ichsani.

Pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan untuk mendalami kepemilikan dan penguasaan barang bukti di Vila Julio. “Sewaktu dilakukan penangkapan dan ditemukannya sejumlah barang bukti di vila tersebut, ternyata bukan dalam penguasaan orang. Artinya, barang bukti seperti sabusabu, tembakau gorila dan obat tramadol, tidak diketahui siapa kepemilikannya,” kata Kasat Narkoba Polres Bogor AKP Andri Alam Wijaya.

Untuk mendalami pembuktian tersebut, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan, termasuk mencari Ade Jiung yang kabur saat dilakukan penggerebekan. “Kami akan dalami perkara ini, termasuk mencari Ade Jiung. Jadi para penyalah guna masih dilakukan pemeriksaan,” imbuhnya. Para ABG itu, lanjutnya, berdalih tengah menyelenggarakan acara cucurak. “Mereka recana mau cucurak, tidak ada komunitas. Mereka kumpul dan mereka tidak tahu ada narkoba. Memang ada satu orang yang kabur, pada saat digerebek. Saya curiga itu yang memiliki barang bukti yang kabur itu,” sambung AKP Andi Alam. (mul/c/feb/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *