Ramadan Tiba, ’Anjelo’ Puncak Alih Profesi

by -
NGOJEK: Anjelo jadi profesi yang kini banyak digeluti di kawasan Puncak, mulai dari anak muda hingga orang tua.

METROPOLITAN – Bulan Suci Ramadan menjadi momen yang sangat dinanti-nanti umat muslim. Namun seperti tidak dengan sopir ojek atau yang akrab dengan sebutan anjelo (antar jemput lonte, red) di kawasan Puncak. Mereka kehilangan penghasilan selama Ramadan ini. Sebab, pesanan wanita selama Ramadan di kawasan Puncak diprediksi berkurang.

Dalam sehari, sopir anjelo bisa meraup keuntungan yang cukup besar terlebih beberapa hari sebelum Ramadan. Seperti yang dialami Daday (36). Ia bisa meraup keuntungan hingga Rp600 ribu per malam, hanya dengan mengantar Pekerja Seks Komersial (PSK) ke vila-vila di kawasan Puncak. Namun memasuki Ramadan ini, ia terpaksa harus mencari tambahan lain selain menjadi anjelo. Ia kini menjual baju untuk dikreditkan kepada warga disekitar rumahnya. “Suka ada sih yang minta diantar, tetapi tidak sebanyak biasanya,” ujarnya kepada Metropolitan.

Daday bisa mengantar wanita lima sampai sepuluh PSK kepada pria hidung belang yang sudah menantinya di vila dalam sehari. Bahkan bukan hanya pundi rupiah saja yang didapat Daday. Ia juga mendapat upah tambahan seperti minuman keras dan dapat menyalurkan hawa nafsunya kepada sejumlah PSK yang telah diantarnya.

Semua itu Daday lakukan ketika para PSK mabuk usai melayani tamunya. Terlebih saat ini tren striptis tengah menggandrungi para pria hidung belang yang datang ke kawasan Puncak. Para PSK tersebut, menurut Daday, dibuat mabuk oleh para tamu yang telah membukingnya. “Kalau habis pulang dari vila, saya juga kadang main sama ceweknya (berhubungan intim, red). Karena sudah biasa juga sama mereka,” paparnya.

Profesi anjelo ini, jelas Daday, memang tengah banyak dilakoni ojek-ojek di kawasan Puncak. Karena selain mendapatkan uang, ia juga mendapatkan kepuasan yang lain. Hal itulah yang memicu banyaknya orang ingin berprofesi menjadi anjelo. Walaupun para anjelo ini harus begadang menunggu para PSK selesai melayani ’tamunya’. tetapi di bulan ramadan profesi anjelo mudlai ditinggalkan karena sedikit tamu yang memesan wanita. “Banyak sekarang mah, mulai dari anak muda sampai orang tua juga mau,” kata Daday.

Daday juga meyakini pendapatannya di Bulan Ramadan ini akan turun drastis karena sudah banyak PSK yang pulang kampung, seperti Cianjur, Sukabumi dan Garut. Selain itu, menjalani profesi anjelo pun tidak mudah dilakukan. Daday mengaku kerap menjadi perbincangan tetangga di rumahnya. Namun semua itu tak dihiraukannya karena Daday mengaku bekerja untuk menafkahi anak dan istrinya. (mam/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *