Sebelum Ditemukan Tewas, Diah Hilang Dua Hari

by -

METROPOLITAN – Di balik penemuan mayat gadis cantik di bibir Sungai Cileungsi menemukan fakta baru. Korban yang diketahui bernama Diah Indah Suwarni itu sempat menghilang dua hari dari kediamannya sebelum ditemukan dalam keadaan tak bernyawa. “Sempat hilang selama dua hari (sebelum ditemukan tewas, red). Kalau kata keluarga, dia (korban, red) keluar dari rumah sekitar jam empat Subuh,” kata kerabat korban, Natiran, usai melayat ke kediaman korban di Kampung Cipicung, RT 04/05, Desa Mekarsari, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, kemarin.

Natiran pun tidak mengetahui pasti penyebab meninggalnya mantan rekannya saat bekerja sebagai guru honorer di SMPN 01 Jonggol itu. Sebab, ia baru mengetahui kabar meninggalnya perempuan yang baru menikah dua bulan tersebut melalui pesan singkat yang tersebar di Grup WhatsApp. “Saya tidak tahu soal adanya masalah keluarga, saya tidak tahu permasalahannya. Yang saya tahu (korban, red) orangnya baik, ramah dan santun,’’ ujarnya.

Sementara itu, prosesi pemakaman jenazah korban berlangsung penuh air mata. Keluarga dan kerabat yang hadir tak kuasa menahan isak tangis saat jenazah akan disemayamkan. “Saya sudah ikhlas atas kejadian ini, saya hanya pasrah. Tidak usah diperjelas lagi, kasihan pada almarhum,” kata orang tua korban, Supri, saat ditemui di lokasi pemakaman. “Soal kematian anak saya, untuk lebih jelasnya silakan tanya pada Pak Lurah,” sambungnya.

Sementara Kepala Desa Mekarsari Junaedi mengatakan, korban sudah dimakamkan di TPU yang tidak jauh dari rumahnya. “Saya juga dapat kabar dari media sosial, bahwa ada warga saya yang meninggalkan rumah. Korban diketahui sempat meninggalkan rumah dua hari lalu dari penemuan jasadnya di Sungai Cileungsi,” katanya.

Menurutnya, korban sebelumnya berprofesi sebagai guru honorer. Tetapi setelah menikah, korban tidak meneruskan pekerjaannya tersebut. “Baru dua bulan menikah, sebelumnya korban sudah lima tahun jadi guru honor di SMPN 01 Jonggol. Karena menikah, korban berhenti jadi gurunya,” ucapnya. “Namun untuk ada luka dan tidaknya, nanti saja pihak kepolisian yang menjelaskan penyebab kematian korban,” sambungnya.

Terpisah, Kanit Reskrim Gunungputri Ipda Badru menjelaskan untuk sementara penyebab kematian jenazah belum bisa dipastikan. ”Kita nunggu proses hasil visum dari RS Kramat Jati. Namun untuk lukanya, kita belum menyimpulkan itu luka akibat apa,” katanya.Sebelumnya, wanita berparas cantik tanpa identitas ditemukan tewas dengan kondisi tersangkut pohon bambu di saluran Sungai Cileungsi, Kecamatan Gunungputri.

Perempuan yang diperkirakan berusia 30 tahun itu diduga korban pembunuhan. Sebab, di pinggul bagian kanannya terdapat luka seperti bekas tusukan. Kejadian itu membuat warga di sekitar bantaran Sungai Cileungsi, tepatnya di Desa Nagrak, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor, geger. Pasalnya, kejadian itu baru pertama kali terjadi di wilayah tersebut. (mul/c/rez/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *