Total 18 Petugas Meninggal Di Bogor Selama Pemilu

by -
BERDUKA: Petugas KPPS di Kabupaten Bogor yang gugur saat akan disemayamkan, beberapa waktu lalu. Total ada 18 penyelenggara pemilu di Bogor yang gugur selama pemilu 2019.

METROPOLITAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) di tingkat kota/kabupaten baru saja menyelesaikan proses rekapitulasi penghitungan suara pemilu 2019. Secara garis besar, tahapan terpenting sudah dilalui dengan catatan pilu ratusan penyelenggara yang berguguran. Di Bogor saja, jika ditotal ada 18 penyelenggara pemilu yang gugur hingga kemarin (8/5).

KE-17 penyelenggara yang gugur tersebut berasal dari Kabupaten Bogor sebanyak 15 orang dan Kota Bogor dua orang. Komisioner KPU Kota Bogor Herry Setiawan mengatakan, 15 penyelenggara pemilu di Kabupaten Bogor yang gugur berasal dari pengamanan TPS, pengawas TPS, PPS dan KPPS. “Jadi 15 orang itu dari KPU dan Bawaslu. Ada yang selesai bertugas langsung masuk rumah sakit dan meninggal. Kebanyakan karena kelelahan. Total di Kabupaten Bogor 15 penyelenggara yang meninggal,” kata Herry.

Baca Juga  GOLKAR TUDING PPP PERLAMBAT PENGISIAN WABUP

Menurut Herri, para pejuang demokrasi yang gugur akan mendapat santunan. Gubernur Jawa Barat (Jabar) mengalokasikan Rp50 juta untuk setiap petugas yang meninggal dan KPU RI mengalokasikan Rp36 juta. Total mereka yang gugur akan mendapat santunan sebesar Rp86 juta. Meski demikian, baru satu pejuang demokrasi yang gugur yang telah menerima santunan. Ia adalah petugas KPPS Cijeruk. Sementara yang lainnya belum cair lantaran masih dalam proses pengurusan.

“Dari pemda beda lagi, kita tidak tahu nominalnya karena penyalurannya nggak melalui KPU. Yang baru disalurkan, KPPS Cijeruk. Yang lainnya relatif belum ada. Berkas kami sudah serahkan ke provinsi dan provinsi akan memprosesnya. Tapi sempat ada beberapa data yang kurang dan dikembalikan untuk diperbaiki,” terangnya. Di luar itu, Herry mengaku masih banyak penyelenggara pemilu yang masih dirawat.

Baca Juga  APK Melanggar bakal Diberedel Satpol PP

Jumlahnya diprediksi mencapai puluhan karena masih dalam pendataan KPU. Untuk mereka yang dirawat, dirinya mengaku biaya perawatan akan ditanggung pemerintah Kabupaten Bogor sesuai hasil koordinasi. “Di rawat masih banyak, ada puluhan orang, kami sedang data. Yang dirawat ditanggung Pemkab Bogor hasil koordinasi. Jadi perawatannya di rumah sakit daerah dan digratiskan,” ungkap Herry.

Sementara itu, Ketua KPU Kota Bogor Samsudin mengatakan, sementara ini ada tiga penyelenggara pemilu yang gugur di Kota Hujan. Mereka berasal dari KPPS. Untuk santunan, dirinya mengaku masih menunggu arahan dari KPU RI. “Sementara tiga yang meninggal dan kami diminta untuk mendata. Rencananya data ini akan dibawa ke KPU provinsi, besok (hari ini, red),” ujar Samsudin. (fin/run)

Baca Juga  BPN Prabowo-Sandi Keluarkan Surat Instruksi

Leave a Reply

Your email address will not be published.