68% Warga Indonesia Percaya Pemilu Jurdil

by -
ANTUSIAS: Warga saat menyalurkan hak pilihnya di pemilu 2019 yang dipercaya berjalan jujur dan adil.

METROPOLITAN – Proses pemilihan presiden (pilpres) 2019 berujung sidang gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK). Kubu pasangan 02 Prabowo-Sandiaga menilai ada kecurangan dalam pelaksanaan pilpres kali ini. Survei terbaru Saiful Mujani and Consulting (SMRC) justru menunjukkan mayoritas masyarakat Indonesia percaya pemilu 2019 berlangsung jujur, adil, bebas, langsung dan rahasia.

Direktur program SMRC Sirojudin Abbas mengungkapkan, sebanyak 68-69 persen warga menganggap pemilu jurdil. ”Sementara masyarakat yang tidak percaya pemilu berlangsung jurdil sebanyak 27-28 persen,” kata Abbas saat memaparkan hasil surveinya di kawasan Menteng, kemarin.

Menurutnya, kepercayaan publik tentang kualitas pemilu tidak berbeda jauh dengan pemilu 2004 dan 2009. Pada 2004, sebanyak 67 persen masyarakat menilai pemilu berlangsung jurdil. Begitu juga pada 2009, 70,7 persen masyarakat yakin pemilu berlangsung jurdil. Di sisi lain, hasil survei juga menunjukkan adanya penurunan kepuasan dan kepercayaan masyarakat atas kualitas demokrasi seusai peristiwa kerusuhan 21-22 Juni lalu. ”Kepuasan atas kualitas demokrasi turun dari 74 persen pada April 2019 menjadi 66 persen pada Juni 2019,” ujarnya.

SMRC membeberkan indikator kualitas demokrasi yang menunjukkan angka penurunan kualitas demokrasi sebagai berikut: 43 persen menganggap masyarakat saat ini takut bicara politik, sementara 2014 angka hanya 17 persen. Sebanyak 28 persen warga menilai pemerintah sering mengabaikan konstitusi, pada 2004 angkanya 28 persen.

Selanjutnya 38 persen menjamu warga sering merasa takut dengan perlakuan semena-mena aparat hukum, pada 2014 angka 24 persen. Sebanyak 21 persen menilai warga sering takut ikut organisasi politik, 2014 angka 10 persen. Sebanyak 25 persen menilai warga sering takut menjalankan agama, pada 2014 angka hanya 7 persen. Selain itu, warga yang menikahi kondisi politik saat ini buruk juga mengalami peningkatan dibandingkan 2014 yang 20 persen, data ini menjadi 33 persen. SMRC mewawancarai 1.220 responden di seluruh Indonesia pada 20 Mei-1 Juni. Adapun margin error 3,05. (mer/yok/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *