Bos Rampok Didor Polisi

by -
MERINGIS: Bos perampok spesialis minimarket dibopong kedua temannya usai koferensi pers di Mako Polres Bogor.

Rasa sakit tak bisa dihindari AR (28). Ketua komplotan perampok itu harus tertatihtatih saat hendak menjalani konferensi pers di Mako Polres Bogor, kemarin. AR mendapat hadiah peluru panas di bagian kakinya dari Satreskrim Polres Bogor. Sesekali terlihat raut wajahnya menahan rasa sakit di kaki bagian kanan. Bahkan, untuk berjalan pun ia memerlukan bantuan kedua rekannya sesama rampok.

METROPOLITAN – AR pun bersama rekan lainnya, yakni P, HV, R, AD, IP, JA, JIR, MYA, I, RM dan PRW hanya bisa tertunduk saat mengikuti konferensi pers. Komplotan rampok lintas Sumatera itu diringkus lantaran melakukan aksinya di delapan minimarket di wilayah Kabupaten Bogor. Lebih parahnya, sebelum menjalankan aksi kriminal itu, para pelaku mengonsumsi narkoba. Ada indikasi penggunaan barang haram tersebut untuk membuat mereka lebih berani atau menghilangkan rasa takut.

“Jadi mereka sebelum melaksanakan aksinya, menggunakan narkoba. Bahkan juga salah satu motif kejahatan mereka salah satunya adalah kecanduan terhadap narkoba jenis sabu. Beberapa saja (pengonsumsi, red),” kata Kapolres Bogor AKBP Andi Moch Dicky saat ekspos, kemarin. Ia menjelaskan kasus tersebut terungkap saat Satreskrim Polres Bogor membekuk sebelas tersangka kasus pencurian dengan kekerasan dan pencurian dengan pemberatan pada 18 Juni 2019. Mereka diduga terlibat dalam perampokan minimarket Alfamart di wilayah Cileungsi, Kabupaten Bogor, pada Mei 2019. “Salah satu dari mereka ada yang menggunakan seragam minimarket dalam melakukan pengintaian,” bebernya.

Dicky menuturkan, menurut pengakuan para tersangka, mereka telah melakukan aksinya sebanyak delapan kali di wilayah hukum Kabupaten Bogor. Total kerugian yang diderita pemilik minimarket akibat pencurian itu kurang lebih Rp287 juta. “Selain di Kabupaten Bogor, para tersangka ini juga melakukan aksinya di wilayah Bekasi dan Banten, masing-masing empat dan lima kali aksi,” paparnya.

Dalam penangkapan tersebut, polisi menyita dua pucuk senjata api rakitan beserta beberapa butir peluru, empat unit kendaraan roda dua, kunci leter T, seragam pegawai minimarket, tiga buah hp, beberapa keping kartu ATM, dua buku tabungan dan uang sisa hasil kejahatan. “Para tersangka diancam Pasal 365, 363 KUHP serta UU Darurat No 12 Tahun 1951 dengan ancaman pidana lima hingga sembilan tahun penjara dan 20 tahun penjara hingga seumur hidup,” jelasnya. Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Benny Cahyadi mengatakan, pelaku merupakan spesialis pencurian jaringan yang berasal dari wilayah Sumatera. “Mereka pun mencuri lintas provinsi di Banten dan Jawa Barat,” kata Benny.

Ia menjelaskan, salah satu modus para pelaku pencurian atau pembobol minimarket itu adalah menyamar sebagai karyawan minimarket tersebut dengan menggunakan seragam. “Salah satu bentuk undercover mereka, ketika mencoba memantau situasi yang ada di TKP dengan mengenakan seragam,” bebernya. Soal ketua komplotan ditembak pada bagian kaki, tutur Benny, sebab yang bersangkutan melakukan perlawanan saat hendak ditangkap dan dianggap membahayakan petugas di jalan umum. “Pelaku juga memiliki senjata api. Dan dia merupakan ketua dari komplotan ini. Karena melawan, akhirnya kami tembak,” pungkasnya. (tmp/cr1/c/ rez/mam/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *