Dimana Berpijak Di Situ Ada Perubahan

by -

Sabri Maulana Ibrahim, aktivis dari Kabupaten Bogor. Lelaki yang akrab disapa Sabri itu sudah menggeluti dunia pergerakan sejak duduk di bangku kuliah. Targetnya, di mana ia berpijak, di sanalah ia harus membawa perubahan yang baik. Seperti apa perjalanan kariernya? Berikut wawancara Harian Metropolitan bersama pria kelahiran 1996 itu:

METROPOLITAN – Sejak kapan Anda aktif sebagai aktivis?

Aktif sejak kuliah di Institut Agama Islam Sahid (INAIS) Bogor. Lalu, saya dipercaya menjadi wakil ketua BEM hingga akhirnya diberikan amanat sebagai ketua BEM INAIS Bogor periode 2016-2017.

Apa yang mendasari Anda mau terjun sebagai aktivis?

Saya punya prinsip, di mana pun saya berpijak di sana lah saya harus menjadi agen perubahan, perubahannya tentu ke arah lebih baik. Apalagi saya bersama rekan lainnya ingin mengubah INAIS Bogor lebih baik dan berprestasi seperti kampus besar lainnya.

Selama menjadi ketua, apa saja yang sudah Anda lakukan?

Banyak hal. Pertama, membuat dan menerapkan aturan permanen garis besar haluan kegiatan dan pedoman umum organisasi yang nantinya ini menjadi dasar kegiatan BEM dan organisasi di bawahnya. Tujuannya, semua kegiatan progja, kaderisasi dan anggaran bisa terukur dan terarah serta merapikan sistem dari atas sampai bawah.

Adakah yang lainnya?

Kedua tentunya INAIS Bogor masih dibilang muda jadi tak banyak orang yang tahu, maka program yang saya gencarkan adalah program yang punya keterkaitan dengan marketing kampus atau program yang bersentuhan dengan masyarakat, seperti sunatan massal, seminar untuk umum, sosialisasi perguruan tinggi ke sekolah, festival seni hingga banyak lagi.

Lalu saat ini Anda aktif sebagai apa?

Sejak lulus Maret 2019 dominasi di organisasi mahasiswa intra dan ekstra mulai dikurangi serta lebih mendorong junior untuk maju meneruskan. Tapi hari ini saya tetap aktif sebagai aktivis di beberapa organisasi dan komunitas seperti menjadi pengurus KNPI Kecamatan Pamijahan, pengurus Karang Taruna Kecamatan Pamijahan dan sekretaris Komunitas Wirausaha Muda Prabu Siliwangi. Selain itu, saya juga saat ini sedang merintis Bogor Government Watch (BGW) yang nanti akan menjadi Lembaga Pengamat Kebijakan Pemerintah. Ditargetkan awal Juli 2019 BGW sudah bisa mengudara di Kabupaten Bogor.

Apakah harapan Anda sebagai aktivis?

Harapan ke depan, pemuda-pemudi Bogor harus menjadi kekuatan untuk membangun daerah, khususnya desa. Karena hari ini kita tahu Indonesia mendapat bonus demografi yang artinya sangat banyak manusia dengan usia produktif yang jika dibina dan diarahkan itu bisa menjadi modal serta aset pembangunan dan itu wajib disadari Pemerintah Kabupaten Bogor. Jika tidak dihiraukan, bonus demografi hanya akan menjadi beban pemerintah. Untuk itu harus secepatnya, jangan sampai menundanunda karena hanya akan menciptakan kuburan peluang. Intinya, pemuda desa harus berdaya.(mul/c/rez/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *