Disdik Jabar: Jangan Berlebihan, Sistem Pilih Jarak Terdekat

by -

METROPOLITAN – Kesemrawutan pelaksanaan Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) di sejumlah SMA/SMK negeri Jawa Barat (Jabar) mendapat respons dari Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar Dewi Sartika. Menurutnya, proses penerimaan peserta didik tidak begitu berpengaruh pada siapa yang paling cepat mendaftarkan diri dalam PPDB.

Dewi mengatakan, meski dalam Permendikbud No.51/2018 Pasal 29 Ayat (2) dikatakan bahwa: Jika jarak tempat tinggal calon peserta didik dengan sekolah sebagaimana dimaksud pada Ayat (1) sama, maka yang diprioritaskan adalah peserta didik yang mendaftar lebih awal. Tetapi itu menjadi berlebihan, ketika mereka (orang tua murid/ peserta didik, red) menyatakan yang duluan (mendaftar, red) yang akan diterima. “Padahal kan itu sistem yang nanti akan melihat jarak terdekatnya berapa, itu nanti akan dimunculkan. Jadi bukan soal dulu-duluan,” katanya, kemarin.

Ia memberi contoh, apabila ada dua siswa A dan B yang memiliki nilai sama dan mendaftar di waktu bersamaan, sementara siswa A memiliki jarak rumah dengan sekolah sejauh 60 meter, sedangkan siswa B memiliki jarak sejauh 100 meter, maka yang berpotensi terpilih adalah siswa A. ”Itu yang lebih utama, jadi bukan soal dulu-duluan daftar. Jadi yang lebih dekat, nanti sistem yang memprosesnya itu,” ucapnya.

Karena itu, Dewi meminta orang tua murid perlu memastikan dengan cermat dan betul titik koordinat tempat tinggalnya. Hal tersebut pula yang menurutnya membuat orang tua wajib datang ke satuan pendidikan yang dituju untuk menghindari kesalahpahaman, terkhusus perihal titik koordinat tersebut. ”Kita harus tegaskan titik koordinat itu lalu ditandatangani. Jadi harus ada kesepakatan antara operator dengan orang tua,” ujarnya.

Sebelumnya, hari pertama PPDB, sejumlah SMA/SMK negeri langsung diserbu orang tua murid. Mereka rela mengantre berjam-jam demi mendapatkan kursi sekolah. Bahkan, tak sedikit yang nekat menunggu pendaftaran dibuka sejak subuh, mirip pendaftaran pasien Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Antrean panjang mewarnai suasana pendaftaran pada hari pertama PPDB tingkat SMA di Kota Bogor.

Di SMA Negeri 1 Kota Bogor, orang tua siswa sudah mendatangi sekolah sejak dini hari. Petugas keamanan sekolah mengatakan bahwa para orang tua murid sudah tiba di SMA Negeri 1 Kota Bogor sekitar pukul 02:00 WIB. Namun pihak sekolah baru membuka registrasi pendaftaran sekitar pukul 04:30 WIB. ”Saya datang jam 06:00 WIB tapi tadi saya pas datang sudah banyak yang antre. Sudah ada yang nunggu antrean. Pas saya tanya, itu memang sudah dari pagi pukul 05:00 WIB,” katanya di sela-sela pendaftaran, Senin (17/6). Ia pun mengaku sengaja datang di hari pertama untuk menghindari antrean. Namun, rupanya peserta PPDB di hari pertama membeludak. “Ini sudah mirip antrean BPJS,” sindirnya. (trt/ rez/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *