KPU Mulai Siapkan Alat Bukti Hadapi Gugatan Pileg

by -
SIAPKAN BUKTI: KPU Kabupaten Bogor bersama Bawaslu mempersiapkan alat bukti persidangan sengketa PHPU di MK, belum lama ini.

METROPOLITAN – Selain menyiapkan bukti-bukti untuk sengketa pemilihan presiden (pilpres) 2019 yang tengah berjalan di Mahkamah Konstitusi (MK), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bogor juga mulai menyiapkan alat bukti untuk sengketa pemilihan legislatif (pileg) 2019. Langkah itu dilakukan dengan menyiapkan data dan dokumen terkait mengantisipasi adanya gugatan pileg 2019 ke MK dari Kabupaten Bogor.

Ketua KPU Kabupaten Bogor Ummi Wahyuni mengatakan, sejauh ini memang ada dua permohonan sengketa pileg 2019 ke MK dari Kabupaten Bogor. Meski demikian, permohonan yang telah masuk harus menunggu register terlebih dulu untuk memastikan dilanjut atau tidak. “Persiapan untuk sengketa pileg 2019 juga kami lakukan meski tetap menunggu register di MK,” kata Ummi kepada Metropolitan usai membuka kotak suara untuk menyiapkan alat bukti sengketa pilpres 2019, beberapa hari lalu.

Sebelumnya, Ketua Bawaslu Kabupaten Bogor Irvan Firmansyah menjelaskan gugatan untuk pileg 2019 baru akan diregister sekitar 1 Juli mendatang. Meski demikian, dirinya mengaku tetap menyiapkan sejumlah data-data dan dokumen dari sekarang. “Kami juga masih menunggu apakah permohonanpermohonan itu diregister MK atau tidak. Kalau tidak, artinya tidak lanjut. Tapi kalau sudah diregister, itu kan sudah pasti harus disiapkan,” terang Irvan.

Menurutnya, dua permohonan yang sudah disampaikan ke MK yaitu permohonan dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dari Daerah Pemilihan (Dapil) II Kabupaten Bogor. Satu lagi adalah permohonan dari Partai Nasdem untuk Dapil IV Kabupaten Bogor. “Yang sudah disampaikan ke MK itu PPP Dapil II dan Nasdem Dapil IV. Ada juga dari Partai Berkarya tapi satu provinsi dan belum jelas,” ungkapnya. Jika melihat Daftar Permohonan Perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) 2019 di laman mkri.id, memang ada dua perkara dari Kabupaten Bogor yang telah masuk. Pertama, permohonan datang dari caleg PPP atas nama Junaidi Samsudin.

Sebagi pemohon, Junaidi Samsudin mengajukan permohonan kepada MK perihal Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Daerah (PHPUD) Kabupaten Bogor, anggota DPRD Kabupaten Bogor terkait keputusan KPU Nomor 987/ PL.01.8-KPT/06/KPU/V/2019.

Sementara perkara selanjutnya datang dari Partai Nasdem yang memohon pembatalan keputusan KPU tentang pemilu. Dalam lampirannya, permohonan tersebut juga diajukan untuk Kabupaten Bogor Dapil IV. Partai Nasdem mempersoalkan perolehan suara di dapil tersebut dikarenakan adanya pengurangan suara untuk partai, baik pengurangan suara partai maupun suara caleg yang dilakukan di beberapa Tempat Pemungutan Suara (TPS) di sejumlah kecamatan di Dapil IV.

Tak hanya dari Kabupaten Bogor, sengketa pileg 2019 juga ada yang berasal dari Kota Bogor. Di laman mkri.Id, permohonan dari Partai Gerindra sudah masuk dan salah satu pokok permohonannya yaitu Dapil I Kota Bogor mengenai selisih perolehan suara. Pemohon atas nama HM Idris. Dalil pemohon telah terjadi pengurangan suara untuk pengisian keanggotaan DPRD Kota Bogor Dapil I. (fin/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *