Palsukan Ijazah, Qomar Dijemput Paksa

by -

METROPOLITAN – Lama menghilang, pelawak kondang yang juga politisi, Nurul Qomar, ditahan di Mapolres Brebes, Jawa Tengah. Ia tersandung kasus dugaan pemalsuan ijazah S2 dan S3. Kasat Reskrim Polres Brebes AKP Triagung Suryomicho saat dikonfirmasi membenarkan penahanan terhadap Nurul Qomar sejak Senin malam.

Tersangka dijemput paksa karena beberapa kali dipanggil tidak datang. Ia menjelaskan, Nurul Qomar merupakan tersangka kasus pemalsuan ijazah S2 dan S3. Eks anggota DPR RI itu disangka memalsukan ijazah sebagai syarat mencalonkan rektor Universitas Muhadi Setiabudhi (Umus) Brebes. ”Tersangka dilaporkan oleh Muhadi Setiabudhi terkait dugaan pemalsuan ijazah S2 dan S3 saat mencalonkan diri sebagai rektor,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Selasa (25/6).

Ia melanjutkan, ijazah yang dipalsukan tersangka adalah ijazah dari salah satu universitas di Jakarta. Dedengkot grup lawak Empat Sekawan yang juga politisi itu dinilai melanggar Pasal 263 KUHP dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara. Sementara itu, sahabat Qomar, Ginanjar, mengaku belum mengetahui masalah tersebut. ”Saya saja tadi Derry baru telepon saya, dan saya nggak tahu. Saya belum lihat beritanya,” ujar Ginanjar.

Ginanjar yang dikenal sebagai sahabat dekat Qomar itu justru menceritakan bahwa Qomar pernah menempuh pendidikan S2-nya sebanyak dua kali agar dapat meraih gelar linier di S3- nya nanti. ”Oh iya, saya tahu. S2-nya udah beres, cuma dia sedang menjalani yang linier waktu itu. Dua kali S2, yang satu sudah beres, dia pilih lagi satu lagi (kuliah lagi S2, red) supaya linier S3-nya,” papar Ginanjar. Mengenai pendidikan S3 Qomar, Ginanjar mengaku tak begitu mengetahui. Ia sekadar tahu bahwa Nurul Qomar sedang menjalankan S3-nya yang akan segera selesai masa itu. ”Kalau yang S3 saya nggak begitu tahu, karena saya tahunya dia kuliah dan tinggal menunggu dia wisuda. Waktu itu yang sedang ia jalani lah ya.

Sedang menempuh kuliah S3 bisa ditanya ke teman-teman kuliahnya itu di kampusnya,” tambah Ginanjar. Ginanjar juga mengaku tak begitu mengetahui kabar pendidikan S3 Qomar lantaran jarangnya bertemu sahabatnya tersebut. ”Cuma terakhirnya Mas Qomar di wisuda itu cuma saya nggak tahu, cuma sempat bilang nggak lama lagi (wisuda S3, red) waktu itu. Kan keburu dia jadi rektor,” jelasnya. ”Nah itu yang namanya saya juga kalau karena nggak ada kerja bareng lagi jadi sekali-sekali saja ketemu (jarang ketemu, red). Dan kalau ketemu juga emang kita nggak pernah saling menanyakan. Jadi saya nggak paham banget,” pungkas Ginanjar. (dtk/mam/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *