Penentuan Caleg terpilih Bakal Molor

by -
Ketua  KPU Jabar Rifqi Ali Mubarok

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat (Jabar) menyatakan penetapan kursi dan penentuan nama terpilih akan dilakukan pada Juli mendatang. Namun lantaran ada beberapa permohonan sengketa dari beberapa daerah di Jabar, tahapan penetapan kursi dan penentuan nama terpilih tidak bisa digelar pada Juli karena menunggu Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) selesai atau sekitar Agustus 2019.

METROPOLITAN – Ketua  KPU Jabar Rifqi Ali Mubarok menjelaskan, proses pemilu 2019 sudah masuk tahapan penghujung. Yaitu penetapan kursi serta penentuan calon terpilih yang nantinya akan duduk menjadi anggota legislatif di tingkat DPRD Provinsi Jabar.

Namun sejauh ini ada 35 permohonan sengketa di Jabar yang semuanya berasal dari pemilihan legislatif (pileg) 2019. Dirinya merinci jumlah tersebut terdiri dari 20 sengketa PHPU untuk pemilihan DPRD kabupaten/kota di 14 daerah, tiga sengketa untuk pemilihan DPRD Jabar dan sebelas untuk sengketa pemilihan DPR-RI. “Jabar menerima 35 sengketa yang semuanya pileg,” kata Rifqi saat sosialisasi dan bimbingan teknis tata cara penetapan perolehan kursi dan calon terpilih tingkat Provinsi Jabar di Hotel Amarossa, Kota Bandung, belum lama ini.

Baca Juga  9 Pimpinan Partai Ramai-ramai ke Istana Presiden

Dengan demikian, hanya 13 daerah kabupaten/kota yang bisa menetapkan kursi dan penentuan nama terpilih pada Juli mendatang. Selebihnya penentuan baru bisa dilakukan setelah sengketa di Mahkamah Konstitusi (MK) selesai atau sekitar bulan Agustus 2019. “Sebenarnya penetapan kursi dan penentuan nama terpilih sudah akan dilakukan pada Juli nanti. Namun karena adanya sengketa di beberapa daerah di Jabar, sehingga tahapan tersebut tidak bisa digelar, khususnya daerah yang menghadapi PHPU,” terangnya.

Selain itu, Rifqi sempat menegaskan soal nama-nama yang tersebar yang sudah dipastikan lolos dan mengisi kursi di DPRD Provinsi Jabar usai rekapitulasi provinsi. Rifqi memastikan nama-nama itu tidak keluar dari lembaga KPU, melainkan hasil hitunghitungan dari masing-masing internal partai serta dari kreativitas media.

Baca Juga  Hari Sumpah Pemuda Menjadi Momentum Semangat Menjaga Indonesia

Sosialisasi itu diikuti puluhan peserta yang berasal dari perwakilan partai politik peserta pemilu. Hadir pula Kepala Divisi Teknis KPU Jabar Endun Abdul Haq yang kemudian melakukan simulasi soal tata cara penetapan untuk mendapatkan kursi di DPRD. Yakni dengan metode sainte lague yakni pembagian 1, 3, 5, 7, 9 hingga 11.

 Sebelumnya, KPU Jabar belum mengetahui secara resmi calon anggota legislatif (caleg) terpilih yang akan dilantik. Pasalnya, KPU Jabar masih menunggu selesainya sengketa pemilu 2019 di MK. Prosesnya, MK akan mengeluarkan Buku Registrasi Perkara Konstitusi (BRPK) pada 1 Juli 2019. Jika tidak ada yang menyengketakan, pleno penetapan sudah bisa dilakukan paling lama empat hari kemudian. Jika tidak, penetapan menunggu sengketa di MK selesai terlebih dulu. (kpu/fin/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published.