Pengamat Sebut Kasus RY Pengaruhi Situasi Politik

by -

METROPOLITAN – Mantan Bupati Bogor Rachmat Yasin (RY) kembali ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas kasus dugaan penyunatan anggaran dan gratifikasi. Penetapan status tersangka itu cukup menghebohkan lantaran RY baru saja bebas dari Lapas Sukamiskin. Pengamat Politik Yusfitriadi menilai penangkapan RY akan turut memengaruhi situasi perpolitikan, khususnya di Kabupaten Bogor.

Setidaknya Direktur Democracy and Electoral Empowerment Partnership (DEEP) itu melihat ada tiga kemungkinan terkait. “Pertama, penetapan tersangka jelang Musyawarah Nasional (Munas) PPP. Kedua, dinamika politik di Pemerintahan Kabupaten Bogor dan ketiga merontokkan kepercayaan publik terhadap pemerintahan di Kabupaten Bogor saat ini,” ujar Yusfitriadi.

Menurut Yusfitriadi, momentum pemilihan presiden (pilpres) dan pemilihan legislatif (pileg) 2019 menggambarkan kegagalan PPP di Kabupaten Bogor karena mengalami penurunan jumlah kursi. Tak hanya itu, tak sedikit kursi yang didapat didominasi non-kader partai. Seperti halnya karakteristik partai politik (parpol), di internal sudah pasti akan terjadi polarisasi faksional, di antaranya adalah faksi RY. Dengan ramainya pemberitaan soal status RY saat ini, dinilai Yusfitriadi akan sangat berpengaruh terhadap kekuatan faksi RY di munas. “Ditambah kader-kader PPP yang selama ini merasa diri mereka kuat di partai pada pileg lalu ditumbangan, seperti caleg DPR RI dan DPRD provinsi,” kata Yusfitriadi.

Selanjutnya, ia melihat perubahan warna politik usai pileg di Kabupaten Bogor berorientasi pada kepentingan politik jangka panjang, yaitu momentum politik 2024. Baik itu pileg, pilpres maupun pilkada. Aktor-aktor politik lokal maupun nasional berpandangan adik RY yaitu Ade Yasin bakal mencalonkan kembali. Bahkan sangat mungkin RY akan kembali mengambil panggung politik di 2024 itu. Atas dasar itu, Yusfitriadi menilai opini-opini usai penetapan status tersangka akan digaungkan untuk kepentingan politik jangka panjang. “Ini sangat seksi, akan terus digelindingkan. Keculai di internal PPP, khususnya Ade Yasin, membangun komunikasi politik yang baik dengan berbagai faksi di internal pemerintahan daerah. Karena akan selalu ada upaya untuk menggerus kepercayaan publik,” terangnya.

Baca Juga  KPK: Gagasan Capres di Debat Pertama Masih Gantung

Terakhir, Yusfitriadi menilai penetapan tersangka ini akan memberi efek pada birokrasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor. Sebab dalam waktu dekat, sudah bukan rahasia lagi bakal terjadi rotasi besar di internal birokrasi. “Dalam kaitannya dengan hal ini, dengan pemberitaan yang amat masif, maka sedikit-banyak akan berpengaruh ke kepercayaan bupati, terlebih dalam berbagai pandangan para birokrat. Karena tidak sedikit yang berpersepsi RY lah di belakang berbagai kebijakan Ade Yasin. Sehingga dengan berkurangnya kepercayaan kepada bupati, maka patronase birokrasi tidak lagi kepada bupati,” pungkas Yusfitriadi. (fin/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *