Polisi bakal Razia Massa yang Bergerak ke Jakarta

by -
ILUSTRASI: Kepolisian saat melakukan penyekatan jelang aksi 21-22 Mei lalu di Tol Jagorawi.

Jelang sidang putusan sengketa pemilihan presiden (pilpres) 2019, kepolisian mulai mengantisipasi adanya pengerahan massa ke gedung Mahkamah Konstitusi (MK). Antisipasi dilakukan dengan menggelar razia untuk menyaring massa dari luar Jakarta.

METROPOLITAN – Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya Kombes Yusuf mengatakan, razia akan digelar secara gabungan melibatkan instansi terkait lainnya. Tujuannya mencegah massa dari luar daerah ke Jakarta jelang sidang putusan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) pilpres 2019 yang rencananya akan diketuk pada Jumat (28/6) mendatang. “Nanti, kita akan melaksanakan kegiatan razia gabungan ya, bukan hanya dari Direktorat Lalu Lantas saja, tetapi akan ada beberapa fungsi lain. Termasuk juga instansi yang lain,” kata Yusuf, kemarin.

Menurutnya, dalam razia tersebut, kepolisian akan menyaring massa dari luar daerah yang hendak masuk ke Ibu Kota. Mereka yang tidak memiliki tujuan jelas akan diminta kembali ke daerah asalnya. “Kalau memang tujuannya nggak jelas, kita suruh kembali mereka,” tegasnya. Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono meminta massa tidak menggelar demonstrasi saat putusan MK dibacakan. Menurutnya, segala bentuk aksi di jalan protokol seperti di depan gedung MK melanggar Undang-Undang (UU) karena bakal mengganggu ketertiban umum. “Silakan halalbihalal dilaksanakan di tempat yang lebih pantas seperti di gedung atau di rumah masing-masing,” ujar Argo.

Di media sosial sendiri, beredar luas ajakan untuk hadir ke ‘Halalbihalal Akbar 212’ pada 24 hingga 28 Juni mendatang. Ajakan halalbihalal itu mengangkat tema ’Aksi Super Damai, Berzikir dan Berdoa serta Berselawat Mengetuk Pintu Rahmat di Seluruh Ruas Jalan di Sekitar MK’. Selain itu, relawan yang mengatasnamakan Relawan Indonesia Bersatu (RIB) dikabarkan akan turun ke jalan bersama ratusan ribu relawan dan simpatisan Jokowi untuk mengawal sidang MK pada 28 Juni 2019. Mereka akan berkumpul di depan kantor Menkopolhukam setelah salat Jumat. Aksi ini bertujuan menyampaikan pesan damai kepada pendukung 01 dan 02 serta masyarakat secara umum. (jpnn/fin/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *