Rahmat Baequni Resmi Tersangka Kasus Hoaks

by -
DIGELANDANG: Penceramah Rahmat Baequni digelandang ke Polda Jabar lantaran menyebar isu hoak dalam ceramahnya

Penceramah Rahmat Baequni akhirnya digelandang ke Polda Jawa Barat (Jabar) usai mengisi ceramah di Masjid Al-Lathiif, Kota Bandung, Kamis (20/6) malam. Keesokan harinya, kepolisian mengumumkan Baequni sebagi tersangka kasus dugaan penyebaran hoaks ceramahnya yang menyebutkan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) pemilu 2019 meninggal dunia karena diracun.

METROPOLITAN – Penetapan status tersangka dilakukan Polda Jabar, kemarin. Kabid Humas Polda Jabar Komisaris Besar Trunoyudo Wisnu Andiko mengaku kepolisian mengantongi dua alat bukti berupa print out dan rekaman video Baequni. Selain mengamankan barang bukti, polisi juga telah memeriksa empat saksi dan tiga saksi ahli. “Kita tetapkan sebagai tersangka adalah RB,” kata Trunoyudo Wisnu Andiko di Mapolda Jabar, kemarin.

Baca Juga  Akrab dengan Pesantren, Iwan Temui Kiai di Babakanmadang

Trunoyudo menjelaskan, Polda Jabar mendapat laporan informasi satu berkas dari Bareskrim Polri, tepatnya di Direktorat Siber. Setelah itu pada 19 Juni, diserahkan untuk ditangani Ditreskrimsus Polda Jabar, mengingat lokasi kejadian ada di Jabar. “Pertama untuk laporan polisi sudah kita buatkan, tepatnya pada 18 Juni 2019. Penyidik dengan tim sudah melakukan kegiatan SOP untuk membuat laporan polisi dan kemudian meningkatkan menjadi proses, baik dari awal penyelidikan sampai sekarang adalah penyidikan,” terangnya.

Selanjutnya pada Kamis (20/6) malam sekitar pukul 23:00 WIB, tim penyidik mendatangi tersangka di kediamannya di Jalan Parakan Saat II, Cisaranten, Kota Bandung. “Tadi malam tim juga melakukan proses pemeriksaan kepada saudara RB, dan kemudian untuk saat ini proses itu sudah dilanjutkan untuk menjadi proses penyidikan,” ujar Trunoyudo.

Baca Juga  JSH Klarifikasi 105 Hoaks Terkait Corona di Jabar

Atas perbuatannya, Rahmat Baequni dijerat pasal berlapis yaitu Pasal 14 Ayat 1 dan atau Pasal 15 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1946 dan atau Pasal 45 Ayat (2) Jo Pasal 28 Ayat (2) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan terhadap UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dan atau Pasal 207 KUHPidana. Sebelumnya, Rahmat Baequni menyebut ratusan petugas KPPS meninggal dunia karena diracun.

Keterangan itu terekam dalam sebuah video berdurasi dua menit 20 detik. Dalam video tersebut, Baequni mengatakan ada informasi ditemukan gas dalam tubuh ratusan petugas KPPS yang meninggal. Temuan itu didapati setelah dilakukan pemeriksaan laboratorium. “Bapak ibu sekalian yang dirahmati Allah, ketika semua yang meninggal ini dites di lab, bukan diautopsi tapi dicek di lab forensiknya, ternyata semua yang meninggal ini dalam tubuhnya mengandung zat yang sama, zat racun berupa gas,” kata Rahmat Baequni, Jumat (19/6).

Baca Juga  Tenis Meja Lumbung Emas

Menurut Baequni, racun itu sengaja diberikan oknum lewat rokok. Zat racun tersebut dimasukkan lewat rokok dan dibagikan ke TPS yang ada. Sebelum dibawa ke Polres, dirinya sempat menyampaikan permintaan maaf. Menurutnya, saat itu ia hanya mengutip dari apa yang beredar di media sosial terkait kabar KPPS yang meninggal diracun tersebut. (lip/fin/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published.