Yorrys Jegal Airlangga

by -

Keinginan Airlangga Hartarto maju dalam bursa calon ketua umum (ketum) Partai Golkar bakal terganjal. Politisi Partai Golkar Yorrys Raweyai menutup kemungkinan menteri pendistribusian itu akan terpilih lagi.

METROPOLITAN – Namun , Yorrys mempersilakan Airlangga untuk mencalonkan kembali jadi ketum ”Itu hak, mencoba kan boleh-boleh saja tapi nggak mungkin. Oh nggak bisa, HMI saja dua tahun, organisasi kader. Masa partai kayak gini mau dikuasai, ini partai terbuka,” katanya. Ia menjelaskan, partai beringin tersebut memiliki prinsip partai yang terbuka. Dalam sejarahnya, hanya Akbar Tanjung yang pernah menduduki dua kali sebagai ketum. Kemud i a n Abu Rizal Bakrie yang mencalon kan kembali jadi ketumpun tidak bisa melenggang. ”Dulu Abu Rizal saja paling solid, paling kuat saja kita melawan. Ini partai kader,” jelasnya. Sebab itu, Yorrys menegaskan akan ada di posisi paling depan jika ada pihak yang akan bercitacita jadi ketum kembali. ”Jadi nggak boleh. Kalau ada yang bercita-cita dua kali, saya akan berdiri paling depan,” tegasnya.

Baca Juga  Bima Acungkan ‘Satu Jari’ Lagi

Sebelumnya, Airlangga mengaku pede sudah mendapat dukungan dari sejumlah daerah. ”Insya Allah. Ada beberapa daerah sudah memberikan dukungan. Sudah hampir semua DPD sudah memberikan dukungan dan sikap,” kata Airlangga, pekan lalu. Airlangga memastikan Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar akan digelar pada Desember 2019. Salah satu agenda dalam munas yaitu pergantian ketum Partai Golkar. Selain Airlangga, nama Ketua DPR Bambang Soesatyo juga disebut-sebut menjadi kandidat ketum Partai Golkar. Terkait hal itu, Airlangga tak mau ambil pusing. ”Ya namanya Munas Golkar kan terbuka untuk publik,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Bidang Ormas DPP Golkar Sabil Rachman meminta Yorrys jangan asal bicara. Menurutnya, Yorrys harus menunjukkan aturan yang melarang atau tidak membolehkan atau membatasi periodisasi jabatan ketum. ”Lagipula Pak Yorrys sekarang anggota DPD dan sudah mundur dalam kepengurusan serta tidak punya hak suara. Sebagai calon anggota DPD maka sebaiknya Pak Yorrys lebih fokus persiapkan diri mengemban tugas sebagai anggota DPD terpilih, jangan masuk pada wilayah partai lagi,” kata Sabil.

Baca Juga  Wah DPD RI Kebut Penyusunan RUU Geologi

Ia melanjutkan, kepengurusan Golkar yang dipimpin Airlangga Hartarto sesungguhnya adalah masih kelanjutan tanggung jawab dan amanah hasil Munas Bali Desember yang memilih Aburizal Bakrie. Karena itu, maka sesuai AD ART Kepengurusan lima tahun maka baru berakhir Desember 2019. ”Atas dasar itulah maka pandangan ini sungguhsungguh. Selain tidak punya dasar berpikir yang kuat juga demokratis karena cenderung memaksakan kehendak (tidak ada ketentuan atau belum ada aturan organisasi yang membatasi periode jabatan ketua umum, red),” ujarnya. Sabil melanjutkan, mungkin bisa diusulkan dalam Munas Desember bahwa seluruh pimpinan Golkar pada semua tingkatan, baik ketum pada tingkat DPP, ketua pada tingkat provinsi, kabupaten dan kota cukup maksimal dua kali dengan catatan punya prestasi terukur. ”Saya kira ini bagus untuk regenerasi dan kaderisasi,” pungkasnya. (mdk/els/run)

Baca Juga  Bekali Kader PKS Jiwa Kewirausahaan

Leave a Reply

Your email address will not be published.