Bupati ogah Tanggapi Pencaplokan Wilayah Selatan

by -

CIJERUK – Wacana Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor yang akan mengambil sebagian wilayah Kabupaten Bogor bagian selatan masih menjadi obrolan warga di warung kopi. Ada pro dan kontra karena sebagian masyarakat lebih cenderung berjuang untuk pemekaran Bogor selatan ketimbang harus bergabung ke Kota Bogor.

Ditemui saat Jumling di Desa Warungmenteng, Bupati Bogor Ade Yasin mengaku belum pernah diajak bicara oleh Pemkot Bogor terkait perluasan wilayah. “Saya sudah beberapa kali bilang,belum pernah diajak bicara. Saya pikir kabupaten Bogor tidak perlu menanggapi, karena tidak ada pembicaraan tentang itu,” jelasnya.

AY juga menegaskan, Pemkab Bogor saat ini masih mampu untuk mengelola wilayahnya. “Kita masih mampu mengelola, kami sedang mengurus masyarakat dan sedang menata wilayah, biarkan kami menata dulu jangan diributkan hal-hal seperti ini,” tegasnya.

Hal senada juga dijelaskan Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan. Dia mengapresiasi beberapa orang masyarakat Bogor selatan yang ingin bergabung ke Kota Bogor. Namun sampai saat ini belum ada musyawarah dengan petinggi Pemkot Bogor. “Kalau saya belum pernah diajak bicara, cuma ramai di media saja. Kami belum menyikapi, kami juga belum pernah bicara secara formal maupun informal dengan pejabat dari kota,” bebernya.

Sementara itu, Ketua Masyarakat Adat Puncak (MAP) Edison mengaku siap bergabung dengan Kota Bogor yang ‘diarsiteki’ Bima Arya dan Dedie Rachim tersebut.

“Sejak tiga tahun lalu kemi memang sudah mendeklarasikan diri untuk gabung ke Kota Bogor atau mekar menjadi Daerah Otonom Baru (DOB),” imbuhnya.

Sebab itu, lanjut dia, keinginan Kotamadya mencaplok sebagian wilayah Kabupaten Bogor khususnya wilayah selatan disambut dengan hangat. “Ini karena memang kekecewaan kami terhadap Pemkab Bogor yang dinilai gagal dalam membangun wilayahnya,” pungkasnya. (ash/c/els)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *