EKSTASI OPLOSAN CIBINONG BISA BIKIN GILA

by -

METROPOLITAN – Untuk mengelabui penegak hukum, tak jarang bandar narkoba menggunakan apartemen atau rumah kontrakan untuk dijadikan pabrik. Seperti di Kampung Swadaya, RT 04/06, Kelurahan Suka­hati, Kecamatan Cibinong. Rumah bercat hijau di tengah pemuki­man ini mampu memproduksi 500 butir pil haram dalam sehari.

Kasat Narkoba Polres Bo­gor, AKP Andri Alam Wijaya, mengatakan, rumah kontra­kan tersebut diketahui dari hasil pengembangan kasus yang ditanganinya. Saat peng­gerebekan tim dari Satuan Reserse Narkoba, Polres Bogor menemukan 500 butir pil ekstasi siap edar. Selain itu, ditemukan juga mesin pen­cetak pil ekstasi.

Setelah dilakukan uji labo­ratorium forensik, lanjut An­dri, pil haram itu ternyata diketahui mengandung cam­puran sabu, ampetamin, me­tapetamin dan obat-obatan warung yang mengandung paracetamol. “Mereka meng­gunakan obat-obatan warung agar produk yang dihasilkan lebih padat dan mereka me­nambahkan ekstrak kopi (caf­feine),” ujar Andri, kemarin.

Dalam penangkapan terse­but, Andri berhasil menga­mankan tiga orang yang me­miliki peranan berbeda. Di antaranya peracik resep dari ekstasi jenis baru, pengedar dan pemesan alat pencetak ekstasi. “Peredarannya di Ja­bodetabek dengan modus mendapatkan pesanan, di­produksi dan diedarkan,” jelasnya.

Mereka, sambung Andri, coba mengelabui petugas dengan memisahkan semua bahan yang ada. Ketiga ter­sangka juga berpencar dan berkumpul di kontrakan hijau jika ada order atau siap mem­produksi ekstasi. “Semua itu terpisah di tiga tempat. Ke­tika order sudah numpuk baru dia bawa bahannya, mengum­pulkan orang-orangnya di satu titik dan jika sudah beres mencar lagi,” paparnya.

Sementara barang bukti yang diamankan Satuan Narkoba Polres Bogor, di antaranya sabu satu ons, tiga jenis cai­ran di mana ada spiritus di dalamnya, alat pencetak ra­kitan dan 150 butir ekstasi siap edar. Tersangka dijerat pasal berlapis, yaitu Pasal 113 (2), 112 (2), 132 (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narko­tika dan Pasal 62 (1) UU Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psiko­tropika, dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal seumur hidup dan denda maksimal Rp10 miliar. “Hari ini (kemarin, red) penyi­dikan kami nyatakan tuntas. Artinya, tersangka dan barang bukti akan kita limpahkan ke Kejaksaan Negeri,” kata Andri.

Melihat kondisi Cibinong yang sudah seperti sarang narkoba lantaran banyaknya pengungkapan kasus nar­koba, membuat Kasi Pence­gahan Badan Narkotika Na­sional (BNN) Kabupaten Bogor, Rika Indriati R, men­jelaskan, maraknya pereda­ran di wilayah yang dekat dengan pusat pemerintahan atau dekat dengan kantor ke­polisian adalah hal lumrah. “Peredaran terus meningkat dan mereka berpikiran makin dekat dengan pusat pemerin­tahan dan kepolisian semakin aman serta merasa tidak dia­wasi,” jelasnya.

Walaupun begitu, lanjut Rika, BNNK sendiri sudah memiliki peta lokasi rawan yang akan selalu dipantau. Terbukti, dengan ditangkap­nya pelaku kejahatan tersebut adalah bentuk kesigapan dari kepolisian. Melihat fe­nomena pabrik rumahan pencetak ekstasi merupakan sesuatu yang menjadi modus baru dari operandi pengedar sabu, khususnya di Kabupa­ten Bogor. Dengan semakin berkembangnya zaman, mo­dus operandi yang ada akan terus berkembang dan beru­bah. Maka dari itu, BNNK mengimbau tanpa ada du­kungan masyarakat dan pihak lainnya, pemberantasan nar­koba hanya akan jadi angan-angan belaka.

“Kita sebisa mungkin dekat dengan masyarakat ya. Kita juga tidak memandang bulu dari kalangan mana saja, ka­rena semua peluang pasti ada. Tidak hanya dari kalangan bawah, tapi juga bisa dari orang-orang di lingkaran pe­merintahan dan kepolisian. Kita tidak pernah tahu itu tanpa dukungan semua ele­men,” imbuhnya.

Rika menambahkan, efek samping dari pil ekstasi lokal yang dibuat tanpa memper­hitungkan komposisi dan dibuat secara asal bisa me­nyebabkan gangguan keji­waan dan yang paling fatal adalah mematikan. “Dibuatnya saja sudah asal, pasti efek sampingnya bisa menimbulkan berbagai macam jenis. Mulai dari gangguan jiwa atau gila sampai kema­tian,” tandasnya. (cr2/c/mam/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *