PKL Blok F nggak Kebagian TPS

by -
BELUM MERATA: Pedagang Pasar Kebonkembang Blok F saat berjualan di TPS karena gedung pasar sedang dibongkar. Pembagian TPS untuk para pedagang nampaknya belum merata.

METROPOLITAN – Lebih dari seminggu para pedagang Blok F Pasar Kebonkembang, Kecamatan Bogor Tengah, sudah keluar dari gedung dan mengisi Tempat Penampung­an Sementara (TPS) lantaran pembongkaran gedung pusat tekstil terbesar Kota Bogor itu segera direvitalisasi.

Rupanya persoalan tak sam­pai di situ. Sebanyak 50 Pe­dagang Kaki Lima (PKL) yang juga mencari nafkah di gedung Blok F kini terlantar karena tidak kebagian TPS yang di­sediakan Perusahaan Daerah Pasar Pakuan Jaya (PD PPJ).

”Nggak muluk-muluk sih, PKL minta difasilitasi juga soal tempat jualan. PKL juga punya identitas kartu cokelat dari PD PPJ. Jadi nggak gini, kayak diusir-usir begitu,” kata salah seorang pedagang PKL Blok F, Eni, kepada awak media, kemarin.

Baca Juga  Sudah 33 Titik Lokasi PKL Dirapihkan

Alhasil, pedagang yang se­hari-hari berjualan pakaian dalam wanita itu harus me­nerima pil pahit lantaran tidak bisa setiap hari berdagang. Penyebabnya, lapak yang ha­rus berdempet-dempet dan gantian dengan PKL lain ka­rena minimnya tempat ber­jualan.

”Ya itu, saya jadinya ya hari ini jualan, lalu dua hari nggak jualan. Gitu aja, karena lahan terbatas. Padahal kita punya kartu cokelat tanda pedagang binaan dari PD Pasar. Yang kebagian cuma empat,” te­rangnya.

Persoalan ini, sambung Eni, sempat dikomunikasikan dengan pihak PD PPJ, namun jawabannya belum memuas­kan pedagang dan belum ada solusi pasti. ”Bilangnya ’sedang diusahakan’. Itu sudah disam­paikan sebelum pemindahan. Harap-harap cemas nunggu, itu saja,” papar Eni.

Baca Juga  Komisi III Cek Proyek Puskesmas Cicangkal

Menanggapi hal tersebut, Direktur Operasional (Dirops) PD Pasar Pakuan Jaya, Deni Aribowo, menjelaskan, per­soalan PKL Blok F yang tidak kebagian TPS sejak awal me­mang tidak ada alokasi prio­ritas untuk PKL Blok F. Sebab, TPS tersebut diprioritaskan untuk pedagang eksisting Blok F yang ada dalam gedung yang mempunyai kartu kuning dan terdaftar dalam PD Pasar.

”Sebetulnya nggak dialoka­sikan ke TPS. Dulu kalau (TPS) nggak diubah jadi dua meter sih mungkin cukup, tapi kan sekarang ukuran diubah. Jadi nggak masuk. Hanya seba­gian PKL yang terakomodasi,” ungkapnya.

Meski begitu, PD PPJ bersama Dinas Koperasi dan UMKM tengah merapikan beberapa bagian di Jalan Nyi Raja Permas yang diproyek­sikan untuk PKL di Jalan Dewi Sartika. Dari data UMKM, kurang lebih ada 240-an pe­dagang yang akan direlokasi.

Baca Juga  200 Anggota KPPS Desa Cileungsi Dilantik

”Sisanya yang nggak keba­gian TPS, mudah-mudaham kalau di Nyi Raja permas ada sisa, ya di situ. Kan sudah diukur dan sedang proses pembuatan. Ranahnya itu bukan kita, tapi di UMKM,” tukas Deni. (ryn/c/yok/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published.