Rp19,5 M Paket Proyek Pedestrian Dilelang

by -190 views

METROPOLITAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor kembali meng­gelontorkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2019 hanya untuk mempercantik pedestrian atau trotoar di beberapa titik di pusat kota. Tak kurang Dari Rp19,5 miliar, pemkot mesti merogoh kocek da­lam-dalam untuk memperbaiki pede­strian di empat titik.

Di antaranya pekerjaan la­njutan proyek pedestrian sebelah kiri Jalan Suryaken­cana, Jalan Jalak Harupat, lanjutan proyek Jalan MA Salmun dan Jalan Ir. H Dju­anda. Pekerjaan tersebut tengah dalam proses lelang di Unit Kegiatan Pengadaan Barang Jasa (UKPBJ) Kota Bogor, padahal 2019 hanya tersisa kurang dari enam bu­lan lagi.

”Rinciannya (lanjutan) Sur­ken itu pagu-nya Rp15 miliar, Jalak Harupat itu Rp2,1 mi­liar, Jalan Djuanda pagu-nya Rp1,9 miliar, lalu proyek Jalan MA Salmun lanjutan itu ang­garannya Rp500 juta,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor, Chusnul Rozaqi, saat ditemui Metropolitan di Balai Kota, kemarin.

Baca Juga  Kemendikbud Salurkan Bantuan RP19,8 Miliar

Ia mengaku berkas penga­juan proyek-proyek itu sudah masuk ke lelang dan tinggal menunggu pemenang. Me­skipun waktu yang tersisa tinggal lima bulanan, Chusnul mengklaim pekerjaan itu bisa rampung sebelum 2019 berakhir karena rata-rata pe­kerjaan menelan waktu seki­tar 120 hari kerja atau 3-4 bulan.

Untuk pekerjaan pedestrian, kata dia, semua murni dari APBD Kota Bogor 2019, ka­rena tak ada DAK untuk per­baikan trotoar tahun ini. Se­hingga pengawasan dan perhatian khusus diperlukan agar pekerjaan berjalan mak­simal, termasuk potensi gagal tender.

”Murni APBD semua. Sudah proses lelang, entah proses Unwizing atau apa tinggal pemenang. Pada KAK (Ke­rangka Acuan Kerja)-nya se­gitu waktunya, tergantung volumenya, uangnya dan pemenangnya,” paparnya.

Baca Juga  Kemendikbud Salurkan Bantuan RP19,8 Miliar

Namun potensi mangkraknya rencana pekerjaan dan gagal tender pun masih bisa ter­jadi lantaran saat ini keempat proyek itu masih dalam pro­ses tahap evaluasi. Hingga kini penyedia jasa sudah melakukan penawaran nilai pekerjaan.

”Sedang proses, tahap eva­luasi. Sudah memasukan penawaran. Bisa bulan depan pelaksanaan? Tergantung proses evaluasi lulus atau ti­dak,” ujar Kasubbag Penga­daan Barang Jasa pada Unit Kegiatan Pengadaan Barang Jasa (UKPBJ) Kota Bogor, Aryamehr Khomsa.

Ia mengaku belum menda­patkan update terkait hasil evaluasi dari kelompok kerja (pokja). Jika sudah final, ada laporan dari masing-masing pokja. ”Baru tahu mana yang selesai atau bisa saja ada yang tidak,” tuntas pria yang akrab disapa Amer itu. (ryn/c/yok/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *