Sajikan Pizza Khusus dengan Resep Juara

by -

METROPOLITAN – Bulatan pizza yang terhampar di piring tak cukup menggoda jika tak ditaburi cerita. Unsur filosofis bahkan dibubuhkan untuk menambah rasa. Agaknya, dua hal itu sangat disadari Restoran Capriccio yang dikelola Novotel Bogor Golf Resort and Convention Center.

Dengan tagline ‘Casual Italian Dining’, resto ini siap menyediakan santapan kasual ala Italia satu-satunya di Kota Bogor. Selain bahan baku yang terjamin dan terjaga, resto ini juga membubuhkan histori sebagai unsur perasa. Campuran itu dipilin sedemikian rupa hingga menghasilkan pizza yang lekat dengan negara asalnya namun tak lupa tetap membawa unsur Indonesia.

Namanya Pizza Inferno. Bahan yang disediakan mayoritas didatangkan langsung dari kampung halaman Luciano Pavarotti ini. Mulai dari daging sapi, keju mozzarella, tepung polenta, hingga jalapeno. Ada cerita tersendiri kenapa Capriccio menggunakan tepung polenta. Tepung yang tenar di kawasan Italia Utara dan Tengah ini sudah mulai ditinggalkan para pembuat pizza di Indonesia. Padahal, tepung jagung ini punya kekuatan untuk memperkuat rasa pada kulit pizza.

Baca Juga  Gurihnya Santap Bakso Rudal PMI

Pemilihan jalapeno juga tak sembarang. Sejenis cabai asal Meksiko ini menjadi pilihan karena keunikan bentuk, warna, dan rasanya. Selain itu, tingkat kepedasannya masih bisa dimamah lidah anak-anak, antara 2.500 hingga 8.000 Skala Scoville. Sebagai perbandingan, tingkat kepedasan cabai rawit mencapai 100 ribu Skala Scoville.

Executive Chef Novotel Bogor, Rovic Maulana, meyakinkan jika sajian pizzanya punya ciri tersendiri. Tepung polenta ia gabung dengan tepung terigu dan gandum. “Kami memproduksi sendiri ketiga campuran tepung tadi,” ujarnya.

Rovic mengklaim penggunaan tepung polenta menjadikan rasa kulit pizza racikan Capriccio ini lebih kuat dan renyah. Pilihan topping yang sebagian besar didatangkan langsung dari Kota Naples, Italia, ini pun dijamin akan menjadi unsur pembeda. Bahan baku Indonesia tak lantas ditinggalkan. Hal ini tercermin dari pilihan kayu sebagai bahan untuk memasak pizza. Resto ini memilih kayu pohon rambutan dan nangka. Kedua jenis kayu khas Indonesia ini sengaja dipilih untuk mengembuskan aroma buah pada dinding pizza.

Baca Juga  Sate Sumsum Pak Oo Bikin Ngiler

Proses pematangan pizza cukup sederhana, yakni kayu dimasukkan ke dalam tungku khas berbentuk kubah. Kayu lantas dibakar hingga suhu mencapai 200 derajat Fahrenheit (setara 93,3 derajat Celcius). Setelah panasnya stabil, adonan pizza yang sudah dibubuhi taburan daging lantas diletakkan di samping kayu yang sudah merah membara.

Chef hanya menunggu lima menit hingga adonan Pizza Inferno ini menggelinjang terkena suhu panas pembakaran kayu. Seturut kemudian pizza siap disantap lengkap dengan aroma buah rambutan atau nangka. “Ini sebagai signature kita. Menggunakan unsur (kayu)fruity. Agar bau pizzanya juga fruity,” kata Rovic.

Selain pizza, ada juga appetizer unggulannya, yaitu Carpaccio Di Salmone. Menu ini berbahan daging ikan salmon beku yang dilumuri perasan lemon dan garam. Untuk menghilangkan bau amis, Murdiyanto, chef Novotel Bogor, menaburkan bubuk paprika merah. Tak lupa dijejerkan daun aragula (Eruca Sativa) dengan percikan cuka balsamik (Balsamic Vinegar). Tubrukan rasa yang dihasilkan kedua bahan ini dijamin memberikan pengalaman rasa di lidah. (med/els)

Baca Juga  5 Manfaat Minyak Wijen untuk Masakan

Leave a Reply

Your email address will not be published.