Selain Nyabu, Nunung juga Konsumsi Ekstasi

by -
SEDIH: Komedian Nunung terlihat sedih usai diciduk karena keterlibatan kasus narkoba.

METROPOLITAN – Sebelum pakai sabu, komedian Nunung ternyata pernah mencoba narkoba jenis eksta­si. Hal itu dilakukannya ketika berada di Solo, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu.

”Jadi waktu dulu, waktu di Solo itu waktu ada kegiatan, dia ikut grup. Jadi dia sudah gunakan ekstasi,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono saat rilis narkoba Nunung di Ditres­narkoba Polda Metro Jaya, Senin (22/7).

Menurut pengakuan Nunung, ia menggunakan barang haram tersebut karena terpengaruh lingkungan. Meskipun sempat berhenti, wanita berusia 56 tahun itu malah mencoba narkoba lagi dengan jenis berbeda, yaitu sabu. ”Dia gunakan itu karena lingkungan. Pengaruh lingkungan akhirnya dia seperti itu,” sambung Argo Yuwono.

Argo Yuwono menyebut Nunung kembali aktif meng­gunakan narkoba sejak Maret 2019. Pelawak kondang Tanah Air itu berdalih ingin mening­katkan stamina dengan me­makai sabu setiap hari sebe­lum beraktivitas.

Baca Juga  Ngeri! Kabupaten Bogor Darurat Narkoba

Akibat sabu, komedian Nu­nung terancam hukuman lima tahun penjara. Ia disangkakan beberapa pasal tentang nar­koba. ”Kita kenakan Pasal 114 Ayat 2 subsider Pasal 112 Ayat 2 juncto Pasal 132 Ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 atau 29 tentang Narkotika. Ini dipi­dana ancaman di atas lima tahun di situ,” ujar Argo Yuwo­no.

Tak hanya Nunung, sang suami, July Jan Sambiran, juga dikenakan pasal yang sama. Kini mereka harus menerima akibat karena telah menyalah­gunakan barang haram terse­but.

Saat dilakukan penangkapan, Hadi Moheriyanto alias Hery alias Tabu sempat berbohong dan menutupi transaksi sabu itu sebagai jual-beli perhiasan. Kasubdit I Ditnarkoba Polda Metro Jaya AKBP Jean Calvin Simanjuntak mengatakan, kasus itu terbongkar setelah polisi menangkap Tabu di kawasan Tebet, Jaksel.

Baca Juga  Rumah di Bogor Produksi Narkoba, 5 Diringkus

Tabu saat itu diketahui baru saja menyerahkan barang di rumah seseorang yang bela­kangan diketahui bahwa itu rumah Nunung. Awalnya, Tabu mengelak uang itu ada­lah hasil transaksi sabu. Tabu mengaku bahwa uang itu adalah hasil penjualan perhi­asan. ”Awalnya dia nggak ngaku ini uang apa, dia nga­ku ini penyerahan perhiasan,” imbuh Calvin.

Polisi kemudian mencecar Tabu soal perhiasan yang di­maksud. Polisi tidak percaya bahwa uang tersebut adalah hasil penjualan perhiasan. ”Penyidik mendalami kalau ini, perhiasan ini, perhiasan apa, bentuknya apa, uangnya apa, apakah Rp3,7 juta dengan perhiasan itu uangnya cukup atau tidak,” sambung Calvin.

Setelah menangkap Tabu, polisi kemudian membawanya ke rumah Nunung. Polisi ke­mudian bertemu tersangka July Jan Sambiran alias Iyan (JJ), suami Nunung.

Baca Juga  Polisi Usulkan Bahaya Narkoba Masuk Kurikulum Sekolah

Calvin mengatakan, Nunung dan suaminya tidak koope­ratif saat polisi mengintero­gasinya. Bahkan sabu sebe­rat 2 gram dibuang ke kloset. ”Barang yang diserahkan sudah diakui sabu 2 gram yang udah dipakai JJ dan NN dan sempat digunting, kemudian dibuang ke kloset. Ini bentuk upaya menghilangkan pe­tunjuk atau barbuk yang dila­kukan NN,” papar Calvin.

Nunung juga sempat mem­bantah telah membeli sabu dari Tabu. Sama halnya dengan Tabu, Nunung mengaku tran­saksi itu adalah transaksi perhiasan. ”Saat dibuang, kita bisa interogasi JJ dan NN, awalnya dia nggak ngakui. Dia ngakuin-nya beli perhiasan dan kita tanya lagi beli perhi­asan apa itu tidak bisa dije­laskan. Saat kita geledah NN ngaku baru pakai narkoba dan membuang ke kloset,” pung­kasnya. (dtk/mam/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published.