Sertifikasi Online Mulai Januari 2020

by -

JAKARTA, Jawa Pos – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berencana memberlakukan sertifikasi registrasi uji tipe (SRUT) kendaraan bermotor secara online mulai 1 Januari 2020. Hal itu disambut positif oleh prinsipal otomotif dan industri karoseri karena bisa memangkas waktu pengiriman kendaraan ke konsumen. ”Yang sudah berlaku sekarang baru SRUT online untuk sepeda motor mulai 1 Juli 2019,” ujar Direktur Sarana Transportasi Jalan Kemen terian Perhubungan Sigit Irfansyah di sela Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019 di ICE BSD City, Tangerang, ke marin (25/7).

Sigit mengapresiasi langkah Isuzu Indonesia yang aktif mengampanyekan pentingnya kepatuhan perusahaan-perusahaan karoseri yang menjadi mitra mereka dalam pembuatan SRUT. GM Marketing PT Isuzu Astra Motor Indonesia Attias Asril menambahkan, SRUT merupakan akta lahir kendaraan. Kepolisian tidak akan me ngeluarkan STNK jika tidak dilengkapi SRUT.

Baca Juga  Kaos Adem, Harga Murah

”Kita dukung kebijakan mengurangi ODOL (over dimension and overloading) karena bisa menyebabkan kerusakan, kendaraan jadi boros BBM, suku cadang cepat aus, dan rentan kecelakaan,” tegasnya.

Owner perusahaan karoseri PT Sumber Karya Abadi (SKA) Agustin Vitasari menilai, pengurusan SRUT selama ini sudah berjalan baik. Namun, dia berharap dengan pemberlakuan SRUT online mulai 1 Januari 2020, pengurusannya akan semakin cepat. ”Selama ini mengurus SRUT sekitar sebulan karena cetaknya masih harus ke Jakarta,” ungkapnya.

Sementara itu, pelaku industri ban dalam negeri mengaku mendapat angin segar dari kencangnya pembangunan infrastruktur dan penjualan otomotif. Infrastruktur membuat semua sektor transportasi berbagai segmen bergeliat, mulai LCGC sampai alat berat. Presiden Direktur PT Bridgestone Tire Indonesia Mukiat Sutikno menjelaskan bahwa pertumbuhan penjualan produknya meningkat.

Baca Juga  Beli Avanza Harus Inden Dua Bulan

Dari total penjualan rata-rata kendaraan roda empat sebesar 1 juta unit per tahun, Mukiat meyakini bahwa peluang untuk tumbuh jauh lebih besar. ”Seperti yang kita tahu, penetrasi roda empat di Indonesia masih 8,7 persen dari total populasi. Artinya, peluang penjualan otomotif dan semua industri pendukungnya, termasuk ban, juga masih sangat potensial,” ujarnya saat ditemui kemarin (25/7).

Sebagai market leader di pasar ban nasional, Bridgestone akan mempertimbangkan untuk melakukan ekspansi bisnis, baik berupa peningkatan kapasitas maupun pembangunan fasilitas lainnya. Seperti diketahui, pemerintah sudah merilis kebijakan insentif bagi pe rusahaan yang berinvestasi di bidang RnD dan vokasi.

Untuk saat ini, pusat RnD Bridgestone untuk pasar Asia berada di Thailand. ”Tapi, melihat besarnya demand di Indonesia, tentu ekspansi atau pembangunan fasilitas lain di Indonesia patut diperhitungkan,” ujarnya.

Baca Juga  Suku Bunga Turun Gairahkan Otomotif

Di bagian lain, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) menaikkan target penjualan pada GIIAS 2019 dari 1.000 unit pada gelaran tahun lalu menjadi 1.250 unit selama 18–28 Juli 2019. Head of Brand Development Marketing Research 4W PT SIS Harold Donnel menjelaskan bahwa Suzuki Ertiga diharapkan menjadi kontributor utama.

Alfindo menyebutkan, Suzuki berani menaikkan target penjualan bukan hanya karena hadirnya model baru Suzuki Jimny, melainkan juga tren peningkatan penjualan yang umumnya terjadi pada semester kedua. ”Pada lima sampai delapan tahun belakangan, tren penjualan naik setelah semester kedua,” ujar Harold. (agf/c10/oki)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *