Underpass Bojonggede Dibangun 2020

by -

METROPOLITAN – Maraknya kecelakaan di perlintasan kereta api Bojonggede men­jadi perhatian Badan Peng­elola Transportasi Jabodeta­bek (BPTJ). Saat datang ke Pendopo Bupati Bogor, Di­rektur Prasarana BPTJ Edi Nursalam menyebut pintu perlintasan kereta Bojong­gede adalah salah satu dari seribu perlintasan yang ada di Jabodetabek untuk disege­rakan dibangunnya perlinta­san tidak sebidang. Anggaran­nya Rp50 miliar sampai Rp100 miliar. ”Nah, ini termasuk yang rawan dan menjadi pilihan utama. Dan ini baru pertama kalinya BPTJ membangun underpass,” katanya.

Langkah yang diambil BPTJ, menurut Edi, merujuk pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 6 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Perkeretaa­pian, bahwa pemerintah da­lam hal ini Kementerian Per­hubungan bisa membantu daerah untuk membangun perlintasan tidak sebidang di jalan kabupaten/kota dan provinsi. Walau ada bantuan dari BPTJ, Pemerintah Kabu­paten Bogor juga harus mengeluarkan uang untuk pembebasan lahan. ”Tahun ini baru satu (Martadinata, Kota Bogor). Kita sedang susun basic design untuk seluruh Jabodetabek. Nah, nanti se­cara bertahap kita pilih mana yang paling prioritas. Mana yang rawan, macet dan itu akan kita utamakan untuk dibangun bertahap tahun depan,” terangnya.

Baca Juga  Dari Ajudan, Kini Duduk di Kursi Dewan

Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan yang ikut meninjau lokasi menuturkan, nantinya pemkab akan menanggung semua biaya pembebasan lahan untuk pembangunan underpass. Iwan menyebutkan titik awal underpass di kantor Kecamatan Bojonggede dan titik akhir akan berada di de­pan perumahan Griya Bambu Kuning. Pembebasan lahan itu diperkirakan akan mema­kan biaya Rp10 miliar. ”Ang­garan untuk pembebasan itu sekitar Rp10 miliar. Hitungnya 200 lebih dikali 10 meter, berarti 2.000 dikali Rp5 juta,” jelasnya.

Selain untuk membangun underpass, Iwan juga menilai penataan permukiman kumuh yang ada di sepanjang pinggir jalan juga menjadi nilai tam­bah proyek pembangunan 2020 itu.

Kepala Desa Bojonggede Dede Malvina mengaku ba­hwa program pembangunan underpass atau flyover di pintu kereta Bojonggede mungkin bisa menjadi so­lusi dari kecelakaan yang sering terjadi di pintu ke­reta itu. Terlebih lagi belum lama ini pintu kereta Bojong­gede merenggut nyawa se­pasang suami istri. “Selain sering macet di pagi hari, memang kecelakaan di sini sudah tidak terhitung. Se­moga progresnya lancar,” tandasnya. (cr2/b/els/run)

Baca Juga  Pengesahan Raperda Kesejahteraan Sosial bakal Dijadwal Ulang

Leave a Reply

Your email address will not be published.