Westlife Trauma Konser di Indonesia

by -

METROPOLITAN – Boyband asal Irlandia, Westlife, akan menggelar konser di Indonesia. Westlife rencananya konser tak hanya di Jakarta, melainkan di beberapa kota seperti Palembang, Semarang, Magelang dan kota lainnya. Sejum­lah persiapan sudah dilakukan. Bahkan, keempat pria itu dikabarkan akan membawa 25 koper berisi kostum dan perlengkapan yang beratnya mencapai 800 kg.

Untuk manggung di Jakarta, Westlife memiliki permintaan khusus. Bagi David Ananta sebagai CEO Full Color Entertainment selaku promotor permintaan tersebut tidak memberatkan. ”Mereka nggak minta macam-macam, karena jadwalnya padat mereka minta ruang ganti terpisah masing-masing personel dan kamar yang besar,” kata David.

Selain itu, Nicky Bryne juga punya permintaan khusus lantaran dirinya fobia akan ketinggian. Sehingga ia memesan kamar yang tak terlalu tinggi, maksimal di lantai empat. Tak sampai di situ, permintaan lainnya yaitu pada makanan dan permen pelega tenggorokan. Ada juga sebuah mesin pembuat kopi di setiap ruang ganti mereka. ”Ini nggak sulit karena mesinnya sudah dijual di Indonesia. Tapi kopinya impor dari Eropa,” ujar David.

Tak hanya itu, Westlife ternyata pernah trauma konser di Indonesia. David menceritakan tentang konser Gravity Tour delapan tahun lalu di Tennis Indoor Senayan yang menyebabkan banyak penonton pingsan. Konser yang diselen­ggarakan pada 5 Oktober 2011 itu sempat dihentikan sekitar 30 menit. ”Itu benar-benar membuat Westlife trauma. Mereka saat Farewell Tour juga nggak ke Indonesia karena itu,” katanya di kawasan Cikini.

Hal itu membuat pihaknya melakukan persia­pan untuk konser perayaan 20 tahun perjalanan karier Westlife dengan jauh lebih berhati-hati, seperti penonton di semua kelas akan diberi tempat duduk. Penonton di kelas Gold dan Silver yang sedikit jauh dari panggung disebut tidak perlu khawatir lantaran tempat duduk mereka akan lebih tinggi ketimbang kelas Diamond dan Platinum.

Selain itu, promotor juga tidak menjual tiket dengan kapasitas maksimal lokasi konser, yaitu ICE di BSD. ICE diketahui mampu menampung sekitar 10 ribu penonton. Namun, David menyatakan timnya hanya menjual tiket sekitar 75 persen dari total kapasitas penonton. Hal itu demi kenyamanan serta keamanan penonton. ”Shane (Fillan) juga minta jangan sampai itu (penonton pingsan) terjadi kembali,” ucapnya.

Ia juga menyarankan penggemar tak mem­bawa anak kecil ke lokasi konser. ”Anak di bawah empat tahun sangat dianjurkan tidak ikut karena ini (tiketnya) sold out jadi akan sangat ramai. Sound-nya juga akan menggelegar. Jadi agak kurang aman untuk anak-anak di bawah empat tahun,” ungkapnya. (okz/mam/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *