13 Ribu Bidang PTSL Kota Bogor Bikin Pusing BPN, Semua Tergantung Perintah

by -
ILUSTRASI: BPN Kota Bogor membagikan sertifikat tanah kepada warga Bogor, beberapa waktu lalu. Sebanyak 13 ribu tanah sampai saat ini belum juga dikeluarkan PTSL.

METROPOLITAN – Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang diterapkan pemerintah pusat bertujuan mendisiplinkan administrasi agraria. Namun dalam perjalanannya, program tersebut tak selalu berjalan lancar.

Hingga pertengahan Agustus, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Bogor baru merampungkan 86 persen tahap aplikasi proses program PTSL dari target 65.000 bidang di Kota Bogor untuk 2019.

Padahal, BPN menargetkan bisa merampungkan pengukuran seluruh bidang di Kota Bogor tahun ini. Dari jumlah itu, ada 13.000 bidang yang bikin pusing BPN lantaran berbagai alasan.

Kepala BPN Kota Bogor, Ery Juliani Pasoreh, mengatakan, jumlah itu merupakan realisasi tahapan aplikasi berupa pengukuran, pemetaan dan pendaftaran. Sedangkan untuk pencetakan sertifikat berjalan seiring proses aplikasi.

Baca Juga  Seleksi CPNS Masuki Tahap Akhir

”Tahun ini targetnya 65.000 bidang terdaftar. 86 persen itu by aplikasi sudah. Sisanya masih jalan. Untuk aplikasi kita target September beres 100 persen,” katanya. Tetapi, sambung dia, proses cetak sertifikat dan buku tanah masih berjalan dan ditarget baru rampung pada Desember 2019. Untuk penyerahan sertifikatnya sendiri menunggu arahan pimpinan.

”Tergantung perintah. Diminta 1.000 dulu, ya kita serahkan segitu,” ungkapnya. Ery menambahkan, beragam persoalan membuat proses PTSL tidak selalu berjalan mulus.

Terbukti, dari 60.000 target bidang yang tersertifikasi pada 2018, 11.000 di antaranya disoal lantaran berbagai alasan. Mulai dari pengukuran saat pemilik lahan tidak di tempat hingga ada warga yang tak ingin ikut PTSL.

Baca Juga  BPN Target Selesaikan PTSL di Empat Kecamatan

”Macam-macam alasannya, ada yang warisnya bermasalah sampai persoalan administrasi, misal BPHTB-nya mahal, jadi malas bayar. Yang seperti itu tetap kita ukur, tapi penyerahan sertifikat tidak, karena kan merekanya nggak mau,” ujarnya.

Untuk 2019, kata Ery, persoalan seperti itu mencapai 13.000 bidang tanah dari 65.000 yang ditargetkan bisa tersertifikasi tahun ini. Sehingga jika dikalkulasi, Pekerjaan Rumah (PR) dari BPN menyelesaikan puluhan ribu yang bermasalah itu.

”Target tahun depan segitu. Sertifikasi yang sisasisa kita sih ingin 2021 selesai semua. Tahun ini semua bidang di Kota Bogor terukur semua, tahun berikutnya bersertifikasi semua. Dari 217.000 bidang di Kota Bogor yang terdaftar,” terangnya.

Untuk 2019, program PTSL lebih banyak mengukur tanah di Kecamatan Bogor Utara dan Tanahsareal. Beberapa lagi di Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur. Ada juga 6.000 bidang sisa pengukuran 2018 di Kecamatan Bogor Selatan, Bogor Tengah dan Bogor Barat.

Baca Juga  Sandiaga Uno Ingin Dikenal di Kandang Rival

“Jadi, kalau dikalkulasi ada 20.000 yang jadi PR dan mesti diselesaikan tahun depan. Yang pasti, semua bidang terukur tahun ini. Nah, tahun depan sertifikasinya,” pungkasnya. (ryn/c/yok/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *