Awas! Pencuri Motor Gunakan Rompi Polisi dan Jaket Ojek Online untuk Nyamar

by -
Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Hendri Fiuser menunjukan barang bukti rompi polisi yang digunakan sindikat pencuri kendaraan untuk melancarkan aksinya saat rilis di Mapolresta Bogor, Selasa (6/8). (Foto: Fadli/Metropolitan)

METROPOLITAN.id – Satuan Reserse Kriminal Polresta Bogor Kota berhasil mengamankan lima pelaku sindikat pencuri kendaraan bermotor yang kerap menggunakan senjata api (senpi) saat menjalankan aksinya di Jalan KH Abdulah Bin Nuh, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Rabu (24/7). Para pelaku sering menggunakan rompi polisi dan jaket online untuk menyamar saat menjalankan aksinya.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polreta Bogor Kota AKP Niko N Adi Saputra menceritakan, setiap turun ke lokasi dua orang dikerahkan dengan satu motor. Karena kerap menyamar, para pelaku diakui sulit untuk dicurigai selama beraksi.

“Jadi satu motor dua orang. Ada yang pake jaket ojek online dan jaket polisi untuk penyamaran saja. Jadi sukar dicurigai,” kata Niko saat Rilis di Mapolresta Bogor, Selasa (6/8).

Baca Juga  Polsek Gunungsindur Bekuk Maling Motor

Menurutnya, kelima pelaku yang diamankan berasal dari sejumlah daerah di Jawa Barat dan sudah beroperasi sekitar 4 tahun. Mereka melancarkan aksinya tak hanya di Bogor akan tetapi di wilayah-wilayah sekitar.

Kepolisian menggiring lima pelaku pencuri kendaraan bermotor saat rilis di Mapolresta Bogor Kota, Selasa (6/8). (Foto: Fadli/Metropolitan)

Dari lima pelaku yang diamankan, 2 di antaranya masih buron.

“Ketujuh pelaku ini merupakan satu komplotan spesialis pencurian. Lima berhasil kami amankan dua masih kami kejar,” terangnya.

Dari tangan pelaku, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yang digunakan untuk melancarkan aksinya. Di antaranya satu senjata api rakitan, tiga butir peluru kaliber 38, empat kunci T, satu kunci magnet, rompi polisi, satu unit motor dan satu unit mobil yang merupakan hasil curian.

Baca Juga  Astagfirullah... Siang Bolong Ada Maling Motor Di Masjid

Lantaran perbuatannya tersebut, ditambah dengan kepemilikan sanjata api, pelaku terancam terkena sangsi 12 tahun penjara.

“Mereka kita jerat dengan Pasal 1 Ayat 1 UU Darurat Republik Indonesia No 51 Tahun 1951 dengan pidana 12 tahun penjara,” tandasnya. (ogi/fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *