Baru Pembongkaran Sudah Molor

by -
BONGKAR: Alat berat saat meratakan gedung Pasar Kebonkembang Blok F yang akan direvitalisasi.

METROPOLITAN – Proses revitalisasi Blok F Pasar Kebon­kembang akhirnya terealisasi mulai pertengahan tahun ini, setelah ada kesepaka­tan antara Perusahaan Daerah Pasar Pakuan Jaya (PD PPJ) dan pengembang dengan pedagang yang selama ini berkonflik. Rupanya persoalan tidak sampai di situ. Proses pem­bongkaran yang dimulai sejak awal Juli itu melewati batas kerja dalam kontrak.

Sejak dibongkar pada 8 Juni, pelaksanaan bongkar gedung sentra tekstil se-Kota Bogor itu seharusnya selesai akhir pekan lalu lantaran sesuai Kerangka Acuan Kerja (KAK) membutuh­kan waktu 40 hari kalender. Nyatanya, hingga 10 hari terakhir Agustus ini, puing-puing masih menggunung serta alat berat yang masih beroperasi dan belum disele­saikan PT Setia Tekhnik Jaya.

Baca Juga  Eks Pedagang Surken Gulung Tikar

Direktur Operasional (Di­rops) PD PPJ, Deni Ariwi­bowo, mengatakan, pem­bongkaran seharusnya se­lesai sesuai batas yakni 16 Agustus. Namun pengembang rupanya meminta perpan­jangan sekitar 10 hari sampai 25 Agustus. Alhasil, peng­embang dikenakan denda dalam satu hari sejumlah satu per mil atau satu per seribu dari total anggaran Rp393 juta.

“Ada kompensasi denda. Harusnya 16 Agustus. Me­reka minta perpanjangan sampai 25 Agustus. Terlam­batnya ini bukan pada teknis pembongkaran gedung, ka­rena teknis lapangan selesai bongkar. Tinggal pengang­kutan bongkaran saja, mengangkut material bekas lantai dua gedung,” katanya saat dikonfirmasi wartawan koran ini, kemarin.

Terpisah, Paguyuban Blok F Pasar Kebonkembang, Edi Junaedi, menyayangkan ke­terlambatan proses awal pembangunan gedung Blok F itu lantaran khawatir ber­dampak pada proses pembangunan oleh peng­embang pemenang beauty contest. Apalagi, pemkot berambisi gedung baru bisa rampung sebelum Lebaran 2020. “Khawatir lah, ini saja sudah terlambat, nanti ba­gaimana? Kami nggak bisa selamanya di Tempat Penam­pungan Sementara (TPS),” ujarnya.

Baca Juga  PKL Sebut Ada Oknum Bermain di Pasar Kebonkembang, Atty Somaddikarya : Akan Kami Cari dan Tindak Tegas

Ia pun meminta PD PPJ lebih konsisten mengawasi kinerja pekerjaan, baik soal pembongkaran maupun pembangunan nanti. Jika molor lagi, dampaknya tak hanya untuk pedagang, tapi juga untuk pemkot bahkan masyarakat luas.

“Pemkot kerjanya lebih keras lagi, TPS ini kan juga bikin macet, makanya harus tepat waktu pembangunan­nya. Jangan sampai seperti Masjid Agung, sampai seka­rang mangkrak. Kan masy­arakat jadi korban. Pemkot yang jelek,” pungkas Edi. (ryn/c/yok/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *