Bupati Bahas Infrastruktur di Rakernas APKASI

by -
BERBICARA : Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia Eko Putro Sandjojo memberikan pemaparan terkait pembangunan infrastruktur di desa.

SUKABUMI, – Asosiasi Pemerintah Kabupaten seluruh Indonesia (APKASI)  menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional tahun 2019 dan APKASI Smart Regency Expo serta forum Tahun 2019 menuju kabupaten cerdas melalui digitalisasi pelayanan publik di Bali Nusa Dua Convention Centre.

Kegiatan  yang di hadiri Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi  Republik Indonesia Eko Putro Sandjojo itu dihadiri 50 Kepala Daerah se-Indonesia serta lima pendamping dari tiap kabupaten di seluruh Indonesia.

Eko menyampaikan kebijakan dana desa serta penyaluran dana desa selama tahun 2015-2018.  “Tahun 2018 penyerapan dana desa mencapai 99.03  persen, hal ini menujukkan kinerja para kepala daerah baik, sampai dengan 12 Desember 2018 menunjukkan beberapa kegiatan mengalami peningkatan,” ungkapnya.

Menurutnya, kegiatan penunjang  aktivitas ekonomi masyarakat seperti jalan desa telah berhasil dibangun sepanjang 191.600 KM, jembatan 1.140.378 meter, Pasar Desa 8.983 unit dan lain sebagainya.

“Sementara untuk Kegiatan yang berkaitan dengan peningkatan Kualitas Hidup masyarakat Desa seperti sarana air bersih sebanyak  959.569 unit, Posyandu 24.820, MCK 240.587 unit, Polindes 9.692 dan lain sebagainya,” jelasnya lagi.

Dalam kegiatan tersebut APKASI juga melakukan MOU dengan BukaLapak.com untuk mempromosikan UMKM tiap tiap Kabupaten. Kedepan Bukalapak akan menyediakan marketplace untuk tiap tiap wilayah  kabupaten-kota sebagai sarana penjualan online bagi masayrakat.

Di tempat yang sama, Bupati Sukabumi H.Marwan Hamami menyambut baik dengan adanya marketplace yang disediakan pemerintah dan bukalapak.com

“Kegiatan tadi membahas terkait peningkatan layanan, mulai dari pendidikan, kesehatan dan infrastruktur, selain itu tadi juga apkasi melakukan  MOU dengan bukalapak.com  yang secara khusus membuka pasar bagi para UMKM, mudah mudahan ini juga dapat mendorong peningkatan ekonomi masyarakat kedepan dengan adanya pasar online” pungkasnya.

Selain itu, menurut bupati, percepatan pelayanan perijinan dan tahapan pembangunan menjadi sorotan. Kedepan perizinan harus bisa lebih cepat tanpa bertele tele namun tetap mematuhi kaidah hukum yang ada. (hms/ade/b/suf)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *