Dugaan Jual Beli LKS di Cigombong Dipelototi Anggota Dewan

by -
Sekretaris Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor Egi Gunadi Wibawa

CIGOMBONG – Terjadinya praktek jual beli Lembar Kerja Siswa (LKS) di wilayah Kecamatan Cigombong, menarik perhatian Sekretaris Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor, Egi Gunadi Wibawa.

Ia sangat menyayangkan jika siswa masih membeli LKS untuk kebutuhan belajarnya.Hal tersebut bukan tanpa dasar,menurutnya,anggaran sebesar 20 persen dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS),adalah untuk pembelian buku.

“Harus di tanyakan dulu ke dinas pendidikan,sebenarnya LKS diperlukan atau tidak? karena dana BOS itu 20 persen untuk pembelian buku. Seharusnya anak tidak harus beli LKS,karena didalam buku itu juga ada pertanyaannya,” ungkap Egi.

Anggota dewan dari PDIP tersebut juga mempertegas,jangan sampai jual beli LKS menjadi ajang mencari untung. Egi menilai siswa seharusnya tidak membutuhkan LKS, karena sudah ada buku yang dibeli dari dana BOS.

Baca Juga  Majelis Ulama Indonesia Minta Rizieq Shihab Pulang

“Seharusnya siswa sudah tidak beli LKS lagi. Pihak – pihak yang mencari keuntungan,seharusnya menjadi perhatian dari dinas pendidikan,” tegasnya.

Sebelumnya, Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S)SD,  Kecamatan Cigombong,Ahmad Yani mengatakan,tidak menjadi persoalan jika siswa membeli LKS, selama sekolah tidak menjualnya. “Tidak ada larangan belanja bagi siap pun juga, selama belanjanya ditempat perbelanjaan,”ungkapnya Ahmad. Yang tidak diperbolehkan,sambungnya, adalah jika sekolah yang menjual LKS langsung kepada siswa. “Yang tidak boleh itu, kalau sekolah yang jualannya,” tutup dia. (ash/suf).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *