MPP Diserbu Warga

by -
LAUNCHING: Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Syafruddin dan Wali Kota Bogor Bima Arya bersama jajarannya saat meninjau MPP, kemarin.

METROPOLITAN – Setelah diuji coba kurang lebih sejak 10 hari lalu, program layanan terpadu Mal Pelayanan Publik (MPP) di Mal Lippo Plaza Keboen Raya, Kecamatan Bogor Tengah, resmi dibuka Senin (26/8).

MPP pertama se-Provinsi Jawa Barat itu diresmikan Menteri Pen­dayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Syafruddin bersama Wali Kota Bogor Bima Arya.

MENPAN-RB, Syafrudin, mengatakan, fasilitas pelaya­nan publik terpadu di satu lokasi ini merupakan ke-17 se-Indonesia dan menjadi yang pertama di Provinsi Jawa Barat. Ini merupakan kema­juan lantaran banyak negara yang menggandrungi kebija­kan ini. Bukan cuma di Ero­pa, tapi bahkan di banyak negara. “Ini jadi fenomena dunia untuk meningkatkan pelayanan. Nah, inovasi pe­layanan publik ini jadi program kita,” katanya.

Dalam lima tahun terakhir, sambung dia, ada hampir 14 ribu inovasi pelayanan publik yang hadir, termasuk Kota Bogor. Inovasi dari Pemkot Bogor ini masuk Top 99 Ino­vasi Terbaik dan mendapatkan dua gelar sekaligus. “Kita dua tahun berturut-turut Indone­sia menjuarai inovasi pelaya­nan publik pada 2018 dan 2019. Tahun depan kita ber­harap dari Top 99 bisa naik ke Top 45, Indonesia bisa naik peringkat dua kali,” terangnya.

Baca Juga  Komisi III Minta Normalisasi Saluran Irigasi Pembangunan Perumahan di Babakanmadang, Dewan Ultimatum Adhi City Sentul

Tahun depan, kata Syarifud­din, beberapa pemerintah daerah sudah berkomitmen akan pelayanan publik ter­padu sejenis, sekitar 35 wi­layah. Kota Bogor dinilai memiliki nilai plus lantaran bisa menggunakan aplikasi, sehingga masyarakat tidak harus antre. “MPP ini akan jadi fenomena baru. Ini akan membuat orang datang bukan lagi untuk mengurus keper­luannya, tapi menjadi desti­nasi wisata baru,” bebernya.

Sementara itu, Wali Kota Bogor, Bima Arya, berharap masyarakat bisa memanfaat­kan betul pelayanan MPP ini demi memudahkan masyara­kat mengurus kelengkapan. Apalagi ada dalam satu lo­kasi. “MPP ini ditargetkan tak hanya melayani, tapi juga nyaman dan membahagiakan,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Ke­pala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bogor, Denny Mulyadi, menjelaskan, selama uji coba sepuluh hari ada sekitar 1.405 layanan yang diurus warga. Paling banyak ada di stan kantor Imigrasi Ke­las I Non TPI, di mana banyak warga mengurus pembuatan dan perpanjangan paspor. “Pa­dahal dalam sehari dibatasi hanya 50 kuota,” jelasnya.

Baca Juga  Bulan Depan Gaji PNS ke-13 Dan 14 Cair

Selain itu, untuk instansi dinas di lingkungan Pemkot Bogor, dinas yang ia pimpin menjadi instansi dengan jumlah layanan terbanyak selama uji coba MPP sepuluh hari terakhir. Ada ku­rang lebih 100-an perizinan, dengan dominasi izin praktik dokter dan bidan.

“Kuota ini masih akan kita kaji. Sudah banyak yang mau masuk MPP. Ada 3-5 space lagi lah. Sedang dikaji, sedang dibahas lalu buat kesepakatan. Sekarang ada 14, bisa sampai 20 lah,” pungkasnya. (ryn/c/yok/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *