PTSL di Tiga Desa Sudah Hampir Rampung

by -
TAHAP AKHIR: Tim 4 PTSL BPN Kabupaten Bogor saat mengurus sertifikat tanah. Prosesnya hampir rampung dan siap dibagikann

METROPOLITAN – Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) untuk wilayah Kabupaten Bogor yang dimulai pada Maret 2019 lalu, kini mulai memasuki tahap akhir pencetakan sertifikat. Seperti halnya, Kecamatan Cileungsi yang bentuk menjadi tim 4 yang meliputi tiga desa, yakni Desa Gandoang, Mampir dan Desa Dayeuh.

Setelah dilakukan penyuluhan, tim langsung beraksi. Target masing-masing tim 10 ribu bidang tanah. Sedangkan target Sertifikat Hak Atas Tanah (SHAT) itu sendiri sebanyak 7.331. Ketua Tim 4 PTSL BPN Mariman mengatakan, progres pengukuran sudah hampir selesai 100 persen. Untuk yang belum dilakukan pengukuran tapi sekarang sudah selesai. “Kita melakukan pengukuran dan pengumpulan berkas dari tiga desa yaitu Gandoang sebanyak 5.400, Desa Mampir ada 2.000 target. Sekarang sisa 104 yang belum diukur akan diselesaikan. Terakhir Desa Dayeuh target 2.600, untuk pengukuran sudah tercapai semua. dari Maret ini tim kita terhitung paling cepat dari tim yang lain”, jelasnya.

Baca Juga  Kisruh PTSL Kelurahan Batuampar sampai ke Dewan

Saat ini hampir semua berkas yang masuk sudah dicetak. Namun, setelah proses cetak tersebut tidak dibagikan langsung karena masih ada tahapan selanjutnya seperti harus ada yang dicoret, dijahit, diberi tanggal dan dirapikan agar semuanya sudah dibetulkan dan saat dibagikan tidak berantakan.

“Terus kita konfirmasi ke pak RT kan tau persis 1 wilayah atau desa yang sudah terdaftar itu cocok atau tidak apakah bidang tanahnya sama atau tidak dengan pemilik. Kalau masih salah kan masih kita betulkan, sebelum yang ketukarnya masih ada dan belum kita setorkan ke kantor untuk arsip. Tahapan sekarang tinggal verifikasi kelengkapan seperti AJB yang hanya fotokopi padahal kan pasti ada yang aslinya,” katanya.

Baca Juga  KPU Bentuk Komisi Damai untuk Debat Cawapres

Mariman menambahkan, kendala secara umum yang dirasakan saat melakukan penguuuran tanah. Sebab harus tepat siapa pemiliknya. Sedangkan pemiliknya ada yang kerja, kadang petugas datang patok belum dipasang. Lalu ada lagi kasus lain seperti AJB aslinya berada di pihak bank. “Mungkin karena orang butuh, tetapi tetap kita buat kan sertifikat, tapi tidak serta merta kita berikan nanti kita kerja sama dengan pihak bank ajak ke sini untuk bawa AJB asli,” katanya.

Sementara itu, dari target 10 ribu bidang tanah hanya 7.331 SHAT yang kita buat. Hal tersebut dikarenakan ada sudah terdaftar namun sudah memiliki sertifikat. “Karena bidang tanahnya tidak mencapai 10 ribu. Tapi secara keseluruhan sistemtis kan lengkap, jadi diukur semua secara keseluruhan pengukuran mencapai 10 ribu karena sebagian kan sudah sertifikat. Makanya target pengukuran dengan SHAT berbeda, tapi semuanya sudah tercapai,” katanya. (zis/els)

Baca Juga  Kubu Prabowo Siap Kerahkan Relawan

Leave a Reply

Your email address will not be published.