Sempitnya Lahan Parkir, PD Pasar Fokus Revitalisasi Dulu

by -
PELETAKAN: Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil didampingi Bupati Ade Yasin dan Direktur Utama PD Pasar Tohaga Haris Setiawan saat peletakan batu pertama revitalisasi Pasar Cisarua.

METROPOLITAN – Permintaan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil agar Pasar Cisarua juga menjadi objek wisata akan ditindaklanjuti PD Pasar Tohaga sebagai pengelola pasar rakyat tradisional. Hanya saja, realisasi dari permintaan Ridwan Kamil, baru bisa diwujudkan dalam tiga atau empat tahun mendatang.

Selama dua tahun PD Pasar Tohaga fokus merevitalisasi Pasar Cisarua. “Tahun 2019 dan 2020 ini kami fokus merevitalisasi Pasar Cisarua, paling tahun ketiga atau keempat kita kembangkan Pasar Cisarua juga menjadi objek wisata seperti yang dikehendaki Ridwan Kamil,” kata Direktur Utama PD Pasar Togaha Haris Setiawan.

Politisi PPP ini menerangkan kendala utama Pasar Cisarua bisa menjadi objek wisata adalah tidak adanya lahan parkir yang luas atau keterbatasan lahan hingga jajarannya kesulitan dalam membuat konsep tersebut. “Akses jalan maupun parkir kendaraan sempit hingga bongkar muat barang pun sulit, mungkin kami akan cari solusinya setelah Pasar Cisarua terbangun karena rencana yang saat ini dijalankan memakai Detail Engineering Design (DED) yang lama,” terangnya.

Baca Juga  Proyek Sayaga Baru 80 Persen

Aktivis dari Masyarakat Adat Puncak (MAP) Chaidir Rusli berpendapat bahwa untuk menjadi objek wisata, Pasar Cisarua jangan hanya sekedar bikin bangunan kios-kios saja tetapi juga perlu menperhatikan lahan  parkir. “Selain lahan parkir yang memadai, PD Pasar Tohaga harus memperhatikan kajian analisis dampak (amdal) lalulintasnya, pasar Cisarua selama ini tidak punya lahan parkir dan jalanan keluar masuknya pun krodit. Untuk mendukung pasar  menjadi objek wisata maka  komoditi yang dijual jangan seperti pasar tradisional lainnya tetapi juga ada pusat oleh-oleh dan kerajinan khas Puncak,” singkat Chaidir.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta Pasar Cisarua, Kabupaten Bogorm juga menjadi objek wisata. Hal ini karena Cisarua yang menjadi objek wisata favorit wisatawan  terutama wisatawan asal timur tengah. “Cisarau ini kan sudah terkenal di Saudi Arabia dam negara sekitarnya karena warganya kerap berwisata ke sini saat musum haji tiba hingga Pasar Cisarua ke depan juga harus menjadi objek wisata,” pinta Ridwan Kamil.

Baca Juga  Tiga Kantong Parkir Bakal Dibangun Di Bogor

Pria yang akrab disapa Emil ini menyarankan desain atau rencana gedung Pasar Cisarua juga  memiliki keunikan seperti memiliki food court yang menjual makanan khas Bogor, ada kios penjualan souvenir atau pusat oleh-oleh. (ink/els)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *