Setelah Menikah Suami Memperlakukanku Seenaknya (Habis)

by -

Sungguh rasanya aku telah mencurahkan tenaga dan pikiranku untuk mengurusi kantornya, tapi rasanya tak ada artinya perbuatanku di matanya. Yang ada dalam otaknya, aku wanita bodoh dan pemalas. Padahal, aku kerja setiap hari lebih dari 15 jam, itu pun masih dibilang pemalas.

Tak kurang rasanya aku berbakti pada orang tuanya, tapi apa yang aku dapat, dia sering melemparkan barang-barang ke mukaku, memukul ke­palaku dan berkata-kata kasar, malah mengancam akan menceraikan aku kalau setelah aku mengurus urusan orang tuanya dan beralasan tidak kerja di malam hari.

Tidak sadarkah dia kantornya ber­kembang setelah menikah dengan aku, dengan kemampuanku banyak klien yang datang ke kantor suamiku. Per­juangan kami berkerja keras tidak sia-sia, dalam kurun 2 tahun semua sudah kami miliki. Mulai dari rumah, mobil, perhiasan yang tentu saja mewah dan jumlahnya lebih dari satu, termasuk uang miliaran yang menetap di bebe­rapa tabungan atas namanya, pergi berlibur ke beberapa kota dan luar negeri jadi agenda rutin kami.

Apakah aku bahagia atas limpahan harta itu, jawabannya TIDAK. Bukan aku tidak mensyukuri nikmat Tuhan, tapi apa arti semua itu jika suami memperlakukanku seperti robot, jika secara hati tertekan dan makna se­bagai seorang istri dan ibu tak dapat aku rasakan. Pedih hati ini ketika memikirkan anak semata wayang kami yang lebih banyak waktu dengan babysitter, se­mentara aku tak lebih dari mesin pencetak uang suamiku.

Walaupun tak kumungkiri suamiku banyak jasa terhadapku dan keluar­gaku, tapi lagi-lagi semua itu selalu yang berhubungan dengan materi dan harus ada pengakuan dari aku dan keluargaku bahwa jasanya ba­nyak terhadap keluargaku.

Tuhan jika ini ujian untukku maka bantu aku melewatinya dengan ikh­las, tapi jika ini adalah bagian takdir hidupku kuatkan aku dan jauhkan aku dari rasa frustasi dan jauhkan aku dari godaan syaitan. Sesungguhnya Engkau Maha tahu apa yang terbaik untukku. Duhai suamiku engkaulah imamku. Aku sayang kamu tapi tolong perlakukan­lah aku sebagai istrimu bukan anak buah bahkan robotmu. (cer/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *