Anak Sering Memukul, Ini Solusinya

by -

 METROPOLITAN – Anak-anak di bawah umur lima tahun memang lucu dan menggemaskan. Segala perilaku mereka tentunya akan membuat kita ingin menggendong atau mencubit pipinya. Mereka aktif secara fisik termasuk berlaku agresif, dan salah satunya adalah memukul.

Kebiasaan memukul itu muncul baik dalam keadaan tantrum maupun saat sekadar mengeluh. Jika buah hatimu punya kebiasaan yang sama, berikut ini tips yang bisa diterapkan demi menghen­tikan kebiasaan anak gemar memukul.

       1.ABAIKAN

Mungkin ini akan bertolak belakang dengan insting alami untuk mengabai­kan ketika anak mulai memukul-mukul kita atau anak lainnya. Namun, kamu benar-benar perlu mencobanya. Ralphie Jacobs dari Simply on Purpose menyam­paikan filosofi dasar parenting bahwa kita tidak seharusnya memberi perha­tian pada perilaku-perilaku negatif anak atau perilaku mencari perhatian.

Baca Juga  Siswa SDN Cipinang 01 Belajar di Lantai

Sering kali, memukul adalah cara anak mencari perhatian alih-alih sengaja menciptakan bahaya. Jadi, memberi perhatian hanya akan membuatnya semakin parah. Penulis Catherine Pearlman juga punya pendapat serupa.

Meski terdengar kontraintuitif, terkadang mengabaikan anak adalah respons terbaik. ”Reaksi apa pun terhadap perilaku mengganggu tersebut akan memberikan dampak negatif yang berpotensi menyuburkan perilaku tersebut,” kata dia.

  1. MELEPASKAN MEREKA DARI SITUASI TERSEBUT

Penulis isu parenting di laman Pop Sugar, Lauren Turner biasanya pergi meninggalkan anak-anaknya yang sedang saling pukul. Namun jika salah satunya tidak bisa mengontrol emosi, terkadang ia melepaskan anaknya tersebut dari situasi itu, tanpa mengata­kan apa pun. ”Abaikan perilakunya, bukan anaknya,” kata Turner.

Jika dia dan saudaranya tetap tidak berhenti saling pukul setelah diabaikan, Turner akan mencoba mengubah situasinya. Ia tetap akan mengabaikan bagaimana mereka saling pukul dan bertengkar, namun ia akan mengham­piri dan berkata: ”anak-anak, saatnya main di luar!” atau mengalihkan mereka ke aktivitas lainnya.

  1. MEMUJI HAL POSITIF
Baca Juga  Sebersy Ajak Anak Kurang Mampu Wisata Edukasi

Kamu bisa melakukan hal yang sebaliknya dari mengabaikan mereka dan justru memberi pujian, agar mereka melakukan aktivitas lainnya saja. Misalnya, bermain bersama teman-temannya di luar. Turner biasa menyi­bukkan diri dengan hal lain setelah melihat anaknya bertengkar dengan saudaranya.

Dia menunggu hingga sang anak berhenti melakukannya. Lalu ia akan melakukan suatu hal positif untuk memberi anak perhatian atau kembali ngobrol dengannya lagi. ”Atau jika saudaranya menunjukkan perilaku baik, aku akan memberi perhatian padanya,” kata Turner.

  1. FOKUS PADA ANAK LAINNYA

Bagi Turner, sulit untuk menghadapi anak yang senang memukul di rumah. Namun, kebiasaan itu akan semakin sulit dihadapi ketika anak sedang berada di luar rumah. Apalagi, jika sudah melibatkan anak lainnya. Ketika anak memukul anak lain, tentunya tidak mungkin kita mengabaikannya.

Baca Juga  Facebook Digugat di Indonesia

Lewat Instagram Story, Ralphie menya­rankan pendekatan lainnya untuk situasi ini, yaitu dengan menunjukkan perilaku yang ingin kita lihat. Jika anak kita memukul anak lainnya, cobalah dekati anak lain tersebut, dan tanya apakah ia baik-baik saja, lalu meminta maaf jika ia terluka. ”Kemudian, ajaklah anak itu main bersamamu. Tunjukkan pada anakmu bagaimana menjadi teman yang baik,” kata dia.(kmp/rez/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *