Anterin, Si Biru Pesaing Gojek dan Grab Mulai Beredar

by -
MULAI MENGASPAL: Anterin mulai siap bersaing dengan ojek daring lainnya dengan harga terjangkau. Anterin kini menjadi penyedia transportasi online terbaru. Uniknya, Anterin memiliki skema yang berbeda.

METROPOLITAN – Penyedia jasa ojek online (ojol) baru mulai bermunculan di tengah dominasi Gojek dan Grab di industri transportasi online tersebut. Yang menjadi pertanyaan, apakah pemain baru mampu melawan dominasi kedua pemain terbesar di Indonesia itu?

Ekonomi Institute for Development of Economics and Finance ( INDEF) Bhima Yudhistira menilai, keduanya sulit dilawan. Apalagi dengan status Gojek yang merupakan unicorn dan Grab sebagai decacorn yang valuasinya mencapai di atas US$ 1 miliar. “Pemain baru relatif berat bersaing dengan satu unicorn dan satu decacorn di sektor ojol,” kata dia.

Untuk bisa bersaing, paling tidak pemain baru harus mendapatkan suntikan modal. “Suntikan modal adalah segalanya, tanpa suntikan modal yang kuat artinya tidak bisa promo habis-habisan. Market share juga tidak naik, karena yang bisa manjakan konsumen dia yang menang,” jelasnya.

Pengamat Transportasi dari Unika Semarang Djoko Setijowarno mengatakan, untuk bisa bersaing, tergantung kreativitas dari pemain baru. Tapi itu pun lagi-lagi tergantung dengan permodalan dari si investor. “(Untuk menggeser dominasi Gojek-Grab) ya tergantung investornya saja,” sebutnya.

Sementara Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio menilai penantang Gojek-Grab bisa saja bertahan di industri ojol asal tidak mengikuti pakem yang sudah ada. “Mungkin bisa, tergantung strateginya dia seperti apa. Harus ada terobosan. Kalau ikutin yang sama saya bilang nggak bisa survive,” tambahnya.

Sementara itu, Anterin menjadi salah satu penyedia transportasi online terbaru. Uniknya, lain dari Gojek dan Grab sebagai pendahulunya di Indonesia, Anterin memiliki skema yang berbeda. Kehadiran aplikasi ini pun bagaikan menjadi penantang dua aplikator besar di Indonesia Gojek dan Grab. Kementerian Perhubungan sebagai regulator pun menyambut baik kemunculan Anterin.

Kemunculan Anterin, dinilai Kemenhub bisa membawa persaingan transportasi online menjadi lebih kompetitif. Konsep baru yang ditawarkan Anterin, menurut CEO Imron Hamzah adalah tarifnya, di Anterin yang mematok harga untuk pelanggan adalah pengemudinya. Nantinya, harga yang dipatok akan dilelang saat ada penumpang yang mau pesan.

“Jadi mitra kami bisa pasang tarif sendiri, karena modelnya kami marketplace hanya platform, penawaran ada di pengemudi. Jadi misal order Anterin, penumpang sistemnya lelang, langsung keluar listnya banyak plus harga yang ditawarkan, tinggal pilih” ungkap Imron di Kantor Direktorat Angkutan Jalan Kemenhub.

Karena sistemnya pun lelang, maka penumpang diberikan keuntungan bisa memilih driver sendiri sesuai dengan keinginannya masing-masing. Kalau Gojek atau Grab, pengemudi dipilihkan aplikator untuk penumpang. “Jadi penumpang bisa memilih sesuai dengan preferensinya masing-masing. Mungkin termurah, terdekat, atau mau pilih kendaraannya apa, sekaligus gendernya juga,” jelas Imron. (dtk/mam/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *