Buron Setahun, Pembunuh Kakek dan Nenek di Bogor Diciduk di Sumatra

by -

METROPOLITAN.id – Pelaku pembunuh kakek dan nenek di Ciampea Bogor sempat buron selama 1 tahu lebih. Pelaku melarikan diri ke daerah Solok, Padang, Sumatra Barat.

Selama melarikan diri ke Padang, pelaku RN bekerja serabutan. Lelaki 36 tahun itu ditangkap tanpa perlawanan pada 10 September 2019 saat sedang menjadi kuli bangunan di Solok.

Pelaku sendiri saling kenal dengan 2 korbannya. Pelaku mengontrak di kontrakan milik korban yang berada persis di sebelah rumah korban di Kampung Pabuaran RT04/03, Desa Ciampea, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor.

Usai membunuh 2 korbannya, pelaku meninggalkan lokasi lewat sebuah gang. Di gang itu, sejumlah warga pun sempat melihat kepergiannya yang kemudian menjadi petunjuk kepolisian.

“Kemudian Satuan Reskrim Polres Bogor mendapatkan informasi bahwa pelaku berada di Padang lalu dilakukan penangkapan terhadap pelaku di daerah Solok, Sumatra Barat. Selanjutnya pelaku dan barang bukti diamankan ke Polres Bogor,” kata Kapolres Bogor AKBP A.M Dicky saat rilis di Mako Polres Bogor, Selasa (17/9).

Pelaku menghabisi keduanya dengan cara sadis. Aksi pembunuhan terjadi pada 31 Mei 2018 .

Saat itu, anak korban penasaran karena orang tuanya tak kunjung keluar. Sang anak lalu meminta tolong tetangganya untuk mengecek kedua orang tuanya.

Tetangga korban lalu melihat kondisi rumah melalui jendela sekolah TK yang lokasinya bersebelahan dengan rumah korban. Karena kurang jelas, tetangga masuk ke dalam rumah dan menemukan korban sudah tergeletak tak bernyawa di lantai kamar.

Kaget melihat keduanya meninggal, sang tetangga lantas memberi tahu anak korban. Kasus ini pun langsung dilaporkan ke kepolisian yang langsung melakukan penyelidikan.

Setelah diusut, pelakunya diketahui merupakan tetangga korban. Pelaku kesal karena ketahuan mencuri di warung milik korban hingga gelap mata dan membunuh keduanya.

Saat itu, pelaku masuk ke dalam rumah korban untuk membeli rokok dan mengambilnya langsung. Aksi itu lalu dipergoki korban SM yang langsung meneriaki maling. Korban sempat mencakar pelaku namun dibalas dorongan oleh pelaku.

Saat didorong, korban menginjak keset lalu terjatuh. Pelaku lantas memukuli dan mencekik korban hingga meninggal dan menutup pintu bagian dapur dari belakang.

Tak sampai di situ, pelaku lalu mendorong pasangan SM, HM hingga membentur ujung tempat tidur. Pelaku lalu memukuli bagian dada dan mencekiknya hingga meninggal.

Melihat keduanya sudah tak bernyawa, pelaku langsung menyeret kedua jenazah dan disatukan di dalam kamar.

Pelaku lantas melarikan diri dengan cara memanjat kursi dan membobol internit dan turun di dalam rumah kontrakan pelaku yang posisinya bersebelahan dengan rumah korban.

“Pelaku ini mencuri barang kelontongan, karena ketahuan langsung panik. Kita kenakan Pasal 338 KUHP dan atau Pasal 351 (3) KUH tentang pembunuhan dan atau penganiayaan yang mengakibatkan matinya orang dengan ancaman hukuman hingga 15 tahun penjara,” tandasnya. (mul/bfin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *