Djarum Tunggu Keputusan Menpora, Kelanjutan Audisi Umum Bulu Tangkis

by -

METROPOLITAN – Meski telah menyatakan “pamit” dari audisi umum beasiswa bulu tangkis tahun depan, PB Djarum tetap membuka peluang untuk mengubah keputusan tersebut. Namun, itu bergantung pada hasil pertemuan di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) hari ini.

PB Djarum saat ini menunggu rapat bersama Menpora, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI), serta Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Jika Menpora Imam Nahrawi memberikan sinyal positif, PB Djarum bakal kembali melangsungkan audisi umum tahun depan.

Namun, PB Djarum enggan berandai-andai. “Besok (hari ini, Red) bertemu dulu dengan Menpora. Di situ nanti ada PBSI, KONI, dan KPAI,” kata Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin.

Dia menyatakan akan mengikuti keputusan Menpora. “Ya, pasti. PB Djarum kan di bawahnya PBSI. PBSI di bawahnya KONI. KONI di bawahnya Kemenpora. Lha kalau KPAI? Kalau Menpora sudah bilang lanjutkan, ya audisi umum tahun depan diadakan. Kemarin saya respons berhenti karena KPAI bilang zero tolerance terus,” ungkapnya.

Baca Juga  Tenang, Persiapan SEA Games 2019 Tetap Jalan

Yoppy bakal membawa beberapa dokumen. Di antaranya, surat hasil rakor, surat yang menyatakan bahwa KPAI mengatakan tidak menghentikan audisi umum, serta surat status hukum PB Djarum. Dalam forum itu, Yoppy juga berencana menyampaikan bahwa PB Djarum bukanlah produk tembakau, melainkan perkumpulan bulu tangkis.

Seandainya audisi umum tetap ditiadakan, Yoppy menyatakan bahwa Djarum akan memperbanyak turnamen berskala kecil setiap tahun. Menurut dia, PB Djarum rutin menggelar 40 turnamen kecil dan besar.

Sementara itu, pihak Kemenpora belum memberikan kepastian soal rencana pertemuan hari ini. ’’Pak Menteri ingin duduk bareng dengan KPAI, PBSI, dan Djarum untuk membicarakan masalah tersebut. Kami belum tahu langkah apa yang akan diambil, wong ketemu saja belum,’’ ujar Sesmenpora Gatot S. Dewa Broto.

Baca Juga  Klaster Pasca Lebaran di Kota Bogor, Perumahan Griya Melati Hingga Tenaga Kesehatan

Menpora berharap Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulu Tangkis tidak dihentikan. ’’Yang jelas, kami tidak lihat ada eksploitasi anak. Di sekolah sepak bola, misalnya, itu kan isinya anak-anak semua, tapi tidak ada eksploitasi. Bahkan, tidak jarang yang menginginkan anaknya di sana itu orang tuanya,’’ kata Gatot.

Ketua KPAI Susanto menginginkan solusi terbaik atas polemik audisi bulu tangkis tersebut. ’’Prinsipnya, ada solusi terbaik. Audisi jalan terus dan menyesuaikan dengan norma yang berlaku,’’ katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *