Dua Maskapai Tinggalkan Bandara Kertajati

by -

METROPOLITAN – Meski sejumlah penerbangan telah dialihkan ke Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB), maskapai penerbangan Garuda Indonesia dan Citilink malah meninggalkan beberapa BIJB karena sepi penumpang. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengaku hal itu disebabkan aksesibilitas pendukung ke Bandara Kertajati yang belum maksimal.

Sebelumnya, terdapat empat maskapai yang melayani penerbangan dari BIJB, yakni Lion Air, AirAsia, Garuda Indonesia dan Citilink. Namun, saat ini bandara yang berlokasi di Majalengka itu hanya dilayani AirAsia dan Lion Air.

Beberapa alasan yang melandasi dua maskapai pergi, salah satunya adalah kinerja perusahaan dari segi keuntungan yang tidak maksimal. Di lain pihak, Lion Air dan AirAsia melayani sembilan rute penerbangan domestik dengan frekuensi 12 hingga 15 penerbangan setiap harinya.

Baca Juga  Travel Madinah Iman Wisata Gelar Seminar

Ridwan Kamil menyatakan bahwa dinamika BIJB karena jalan tol untuk akses masyarakat belum terbangun. Jadi selama aksesibilitas yang memudahkan tidak tersedia, maka penumpang lebih memilih tempat lain.

“Saya kira kita harus cari cara jangka pendek. Makanya kita dorong bersama Kementerian PUPR untuk mempercepat, mohon doanya. Selesai jalan tol, saya yakin dari sini (Bandung, red) ke sana (Kertajati, red) yang biasanya tiga jam bisa hanya 45 menit,” katanya di gedung DPRD Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung.

“Kuncinya jalan tol, jalan tol yang belum selesai membuat warga memilih pilihan yang mungkin lebih nyaman bagi mereka. Apa pun pertanyaan Kertajati, jawabannya itu,” tambahnya.

Baca Juga  Pramugari Garuda Siwi Widi Penuhi Panggilan Polisi

Saat ini, proyek pengerjaan jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) diklaim sudah 50 persen. Ia mengaku akan terus memonitor agar tahun depan tol tersebut bisa rampung.

“Banyak kalau mau dibedah (permasalahan BIJB, red). Seperti masalah tiket mahal, persepsi macam-macam. Dinamikanya besar tapi intinya kami dari pemerintah selalu memaksimalkan keterbatasan yang ada. Kami tak tinggal diam. Tapi kan faktor ini namanya hubungan dagang antara konsumen dan pelayanan itu keputusannya ada di konsumennya. Konsumen akan memilih mana yang mudah dan nyaman,” ucapnya.

Terpisah, Airport Operation and Performance Group Head PT BIJB Agus Sugeng membenarkan bahwa ada dua maskapai yang hengkang. Meski tidak spesifik, ia menolak bahwa tingkat keterisian penumpang tidak maksimal.

Baca Juga  Pemkab Bogor Berhasil Efisiensi Rp84 Miliar dari 812 Paket Tender dan Non Tender

“Load factor-nya masih di atas 60 persen kok kalau di data kita. Per hari kita melayani 2.500 sampai 3.000 penumpang, rata-rata. Kadang-kadang kan naik turun, fluktuatif,” terangnya.

Disinggung mengenai strategi untuk menjaga maskapai bertahan, pihaknya mengaku sudah memberikan insentif atau diskon untuk landing fee di Bandara Kertajati sampai satu tahun. “Lalu yang kedua, kita juga sosialisasi kerja sama dengan pemerintah daerah, terutama provinsi,” ungkapnya. (mer/mam/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published.