Gabungkan Teknologi dan Budaya, Stan Diskominfo Diserbu

by -

SUKABUMI, – Sejak dibukanya Pekan Raya ke-4 dalam Rangkaian Hari Jadi ke-149 Kabupaten Sukabumi oleh Bupati Sukabumi H.Marwan Hamami pada  Selasa malam (10/9), masyarakat Palabuanratu dan sekitarnya berduyun duyun  mengunjungi setiap stand pameran yang ada dalam acara tersebut.

Banyak yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan yang ditampilkan setiap stand perangkat daerah. Tak sedikit  yang hanya sekedar selfie dan jalan jalan serta kuliner menikmati  kemeriahan Pekan Raya Sukabumi,

Mulai dari pembukaan, Stand Diskominfo mendapat perhatian lebih dari masyarakat.  Bukan hanya pengunjung lokal, bahkan wisatawan mancanegara ikut menyaksikan kemeriahan yang ditampilkan pada stand biru itu.

Materi yang ditampilkan pada stand Diskominfo selain soft launching aplikasi Bimasakti dan Klinik Digital juga dimeriahkan penampilan seni budaya tradisional dan  lomba karaoke yang dipandu dan disiarkan secara langsung melalui Radio Citra Lestari 98.00 FM Kabupaten Sukabumi.

Baca Juga  Peserta Diklat Kemenhub Belajar Teknologi Informasi

“Kami menampilkan kesenian tradisional untuk mengangkat keanekaragaman budaya. Hari pertama kami tampilkan tokoh wayang  Si Cepot, hari kedua kita tampilkan Calung, selain itu kami juga mensosialisasikan sebuah sistem aplikasi yang terintegrasi untuk pelayanan masyarakat,” ungkap Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik  Herdy.  Herdy menjelaskan, Diskominfo juga memberikan pelatihan pelayanan yang berbasis digital seperti latihan coding aplikasi, editing video hingga broadcasting

“Hadiah doorprize juga kami sediakan bagi masyarakat pengunjung yang bisa menjawab beberapa pertanyaan seputar Kabupaten Sukabumi.  Alhamdulillah kunjungan ke stand kami tidak pernah sepi pengunjung malah keliatannya paling banyak,” akunya.

Konsep kolaborasi teknologi informasi dan kearifan budaya tradisional memang unik dan menarik. Di stand biru pengunjung disuguhi kemajuan teknologi sekaligus dibawa dalam suasana cinta khazanah budaya, kemajuan teknologi dikenalkan dan harus diadaptasi. Di sisi lain kekayaan budaya tradisional juga dilestarikan sebagai warisan intelektual yang tak lekang zaman. (ade/suf)

Leave a Reply

Your email address will not be published.