Kinerja Panitia Pilkades Cisalada Disoal

by -

METROPOLITAN – Penetapan balon kades menjadi calon kades di Desa Cisalada, Kecamatan Cigombong mendapat kritikan dari tim pemenangan balon kades, Muhamad Datul Kahfi. Musababnya, panitia dinilai mereka tidak berlaku transparan dan tidak menjalankan tahapan sesuai yang sudah ditentukan.

Menurut Tim Pemenangan balon kades Muhamad Datul Kahfi, Muhamad Busrol Kamrim, banyak temuan dan keganjilan sebelum balon ditetapkan menjadi calon. Salah satunya, panitia tidak melaksanakan verifikasi kepada salah satu calon terkait ijazah.

”Kami mendapat temuan yaitu ijazah salah satu calon hanya surat keterangan lulus dari kepala sekolah yang bersangkutan, berarti ini tidak sesuai dengan peraturan Bupati. Karena, apabila ijazah yang bersangkutan hilang maka kita tarik kesimpulan bahwa ijazah SMPnya tidak memenuhi syarat, ” katanya.

Tak sampai disitu, sambungnya, pihaknya juga pada Senin (16/9) mencoba mendatangi sekolah yang dimaksud. Kemudian, pihak sekolah menyatakan bahwa panitia Pilkades hanya sebatas meminta legalisir bukannya melakukan verifikasi. Maka, ini sudah jelas-jelas melakukan pelanggaran.

“Ini sudah melanggar tahapan. Bukannya menggugurkan calon yang berkaitan tapi malah ditetapkan sebagai calon. Kami minta panitia kecamatan dapat mengevaluasi kinerja Panitia Pilkades tingkat desa, ”Menanggapi hal itu, Panitia Pilkades Cisalada, Bunyamin membantah tudah tersebut. Pihaknya sudah berlaku sesuai tahapan dan mekanisme peraturan Pilkades.

“Untuk ijazah yang dipertanyakan tim pemenangan balon kades, Muhamad Datul Kahfi itu tidak benar. Kami telah mendatangi sekolah dan melakukan verifikasi, ” katanya. “Tapi, kalau disuruh memperlihatkan ijazah kami tidak akan memperlihatkan. Karena, semua itu telah kami perlihatkan kepada calon-calon lainnya,” tutupnya. (nto/b/rez)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *