Masifkan Kaderisasi dengan Nilai Kebangsaan

by -

METROPOLITAN – Institut Pertanian Bogor menggelar Dies Natalis ke-56, akhir pekan lalu. Beragam acara mulai dari jalan sehat, pentas seni, pengenalan inovasi IPB hingga pengenalan organisasi internal maupun eksternal. Seperti MPM, DPM, BEM, Himpunan Profesi serta komunitas dan organisasi kelompok Cipayung, salah satunya GMNI. Hadirnya GMNI membawa gagasan demi wujudkan IPB sebagai kampus pertanian yang berpihak pada petani dan memegang Teguh nilai kebangsaan.

Laporan : Ryan Muttaqien

Munculnya GMNI jadi titik tolak IPB menjadi kampus rakyat dengan menjunjung tinggi nilai dan falsafah kebangsaan. Terlihat dari cara kader mengenalkan GMNI kepada mahasiswa IPB, tentang permasalahan petani dan pertanian Indonesia.

“Serta menekankan arti persatuan dalam bingkai keberagaman. Fokus kami memang pada nilai perjuangan GMNI, bagaimana agar mahasiswa IPB sadar statusnya sebagai putra putri ibu pertiwi,” kata Pimpinan GMNI IPB Ramdani.

Apalagi, IPB dikenal sebagai kampus yang punya mahasiswa dari berbagai macam latar belakang suku, ras dan agama. Sehingga penting untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan di IPB.

“Nilai-nilai yang di jujung tinggi GMNI sangat menghargai keberagaman. Mahasiswa dari latar belakang suku, ras, dan agama apapun dapat menjadi kader GMNI. Bagi kami, GMNI merupakan ruang kita sebagai mahasiswa IPB untuk sama-sama belajar dan berproses” ujar Sekretaris GMNI IPB, Afril.

Sementara itu, salah satu kader GMNI IPB Fillone menuturkan, semangat dalam memperkenalkan GMNI menuai respon positif dari para mahasiswa IPB. Ditandai dengan jumlah mahasiswa yang mengunjungi stand pengenalan GMNI mencapai lebih dari 100 mahasiswa.

“Bagi kita, berjuang itu bukan soal berapa banyak orang yang mengenal nama GMNI, namun dilihat dari seberapa besar kerja keras kita sebagai kader GMNI untuk mengenalkan nilai-nilai perjuangannya” tandasnya.

Di tempat yang sama, kader GMNI IPB lainnya, Siti Hartati mengatakan, ada cara unik dari para kader untuk mengenalkan GMNI kepada mahasiswa IPB, dengan melakukan kampanye media yang memuat isu-isu hangat nasional. Kader GMNI menyediakan atribut fhotobooth yang bertuliskan isu-isu nasional, kemudian diunggah ke media mahasiswa dengan hastag.

“Indonesia beberapa waktu terakhir banyak persoalan diantaranya nilai-nilai Pancasila yang terkikis, RUU KPK yang berupaya melemahkan Instansi KPK, serta dalam persoalan Pertanian yaitu RUU Pertanahan yang kami anggap akan berdampak buruk bagi pertanian dan petani Indonesia. Kami pun melakukan aksi media melalui hastag yang bertuliskan ‘Aku Pancasila, Tolak RUU KPK. Tolak RUU Pertanahan,” tukasnya.

Salah satu mahasiswa, Daffa, mengaku senang dengan stan GMNI IPB, karena bisa melihat Indonesia lebih luas, dari berbagai aspek dan beragam persoalan. (ryn/c/yok)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *