Mungkin Ini Karma karena Telah Menyakiti Mantan Suami (Habis)

by -

METROPOLITAN – Ya. lelaki ini memang tidak spesial. Sama sekali tidak istimewa. Yang membuatku terpesona hanyalah karena dia berasal dari lingkungan agamis.

Tiga kali pertemuan dan dia langsung melamarku. Dan singkat kata, menikahlah saya dengannya. Ini adalah pernikahan kedua bagi saya dan bagi suamiku sekarang. Mudah-mudahan menjadi pernikahan terakhir bagi kami. Namun yang menjadi permasalahan adalah mantan istrinya suamiku. Dia selalu merongrong suamiku secara ekonomi dengan alasan untuk anak yang memang masih tinggal dengan ibunya karena masih dibawah umur. Padahal setiap bulan, suami saya sudah kirim banyak untuk uang makan, biaya sekolah dan biaya les.

Terkadang kejengkelan saya dengan mantannya membuat kami jadi beradu mulut. Bahkan suami tanpa sadarnya sering menggunakan kata-kata yang menyakitkan. Dan yang membuat situasi semakin parah, suami saya senang membuat panas mantannya dengan memamerkan apa yang dia punya sekarang yang notabene adalah kepunyaan saya. Saya memang memiliki penghasilan yang lebih banyak dari suami.

Bersama-sama, kami berkecukupan secara ekonomi. Punya 2 mobil dan 3 rumah diawal tahun pernikahan. Tapi tidak pernah saya permasalahkan selama dia menghargai saya dan tetap bertanggung jawab. Tapi, suamiku yang saya pikir lebih mengerti ilmu agama ternyata tidak sesempurna yang saya bayangkan. Setiap hari saya harus menahan diri, bersabar dan menerima untuk selalu kalah dengan apa yang dia berikan untuk mantan istrinya.

Lagi-lagi alasannya karena saya sudah mapan secara ekonomi. Padahal seorang istri, semapan apa pun dia, akan selalu merasa bahagia jika menerima nafkah dari suaminya. Sedikit, tapi itu tanda sayang.

Pernah satu waktu saya sempat bilang mau keluar kerja, tapi dia bilang jangan. Jadi saya harus bagaimana? Saat-saat tahun pertama pernikahan yang seharusnya penuh cinta kasih, sekarang harus kulalui dengan penuh kesabaran ya sampai nanti saya memiliki anak. Saya ingin tahu mampukah suamiku berlaku sama kepada anak dari mantannya dan anak dariku. (cer)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *